Mirwan Suwarso Ikhlas jika Cesc Fabregas Hengkang dari Como 1907, Asalkan...
Keberhasilan klub Liga Italia (Serie A), Como 1907, menjadi tim kejutan dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia tak lepas dari peran tangan dingin sang pelatih, Cesc Fabregas.
Namun, kesuksesan tersebut membawa konsekuensi logis berupa ketertarikan dari klub-klub raksasa Eropa terhadap juru taktik asal Spanyol tersebut.
Presiden Como 1907 asal Indonesia, Mirwan Suwarso, menyadari betul bahwa potensi kehilangan sang pelatih adalah hal yang mungkin terjadi di masa depan.
Meskipun Fabregas masih memiliki kontrak hingga 2028, performa I Lariani yang kini mampu meramaikan persaingan zona Liga Champions pada Liga Italia 2025-2026 telah menempatkan nama Fabregas dalam radar klub-klub elit.
Di bawah asuhan Fabregas, klub milik Djarum Group ini menjelma menjadi kekuatan baru yang disegani di Serie A.
Sejak membawa tim promosi pada musim lalu, pria berusia 38 tahun itu berhasil menanamkan filosofi permainan menyerang yang atraktif.
Gaya yang mengandalkan penguasaan bola dan tekanan agresif tersebut membuat mereka tampil mencolok di tengah gaya bermain klub Italia yang cenderung pragmatis.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa Cesc Fabregas kini telah bertransformasi dari seorang maestro lapangan tengah menjadi salah satu pelatih muda paling prospektif di Benua Biru.
Tak heran jika spekulasi mengenai kepindahannya ke mantan klub yang pernah ia bela mulai berembus kencang.
Restu Mirwan Suwarso untuk Langkah Besar
Dalam sebuah kesempatan wawancara, Mirwan Suwarso secara terbuka menyatakan kesiapannya jika suatu saat nanti Fabregas memutuskan untuk menangani tim yang lebih besar.
Ia meyakini bahwa takdir Fabregas adalah melatih klub-klub seperti Barcelona, Arsenal, atau Chelsea.
"Fabregas memang sangat penting bagi kami, tetapi akan bodoh jika kami berpikir dia tidak bisa suatu hari nanti pergi ke Arsenal, Barcelona, atau Chelsea," ujar Mirwan.
Marc Oliver Kempf merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Como vs Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como, Italia pada 19 Oktober 2025 (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)
Meski begitu, Mirwan memiliki satu syarat atau harapan khusus sebelum momen perpisahan itu benar-benar terjadi.
Mengingat posisi Fabregas yang juga merupakan pemegang saham klub, Mirwan ingin agar sang pelatih terlibat langsung dalam menyiapkan masa depan tim.
Syarat Melibatkan Suksesor
Pihak manajemen berharap Fabregas terus berkontribusi dalam membangun fondasi juara bagi klub sebelum melangkah ke jenjang karier berikutnya.
Lebih lanjut, jika saatnya tiba untuk pergi, Mirwan ingin Fabregas berperan dalam menunjuk siapa pelatih yang paling layak menggantikannya.
"Meskipun demikian, saya berharap selama di sini, dia terus membantu kami membangun proyek kemenangan untuk masa depan,"tegas Mirwan Suwarso.
"Ketika dia pergi, jika itu terjadi, saya ingin dia terlibat dalam memilih penggantinya."
"Sebagai anggota Dewan Sepak Bola di Como, dia juga punya peran dalam menunjuk pelatih selanjutnya," lanjutnya.
Langkah ini dianggap penting agar estafet kepemimpinan di Como 1907 tetap berjalan sesuai dengan filosofi yang telah dibangun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang