Imbang Lawan Inter Milan, Cesc Fabregas: Ada Rasa Pahit, Kami Harusnya Menang 1-0
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengungkapkan rasa tidak puasnya setelah ditahan imbang oleh Inter Milan.
Meskipun secara hasil terlihat kompetitif, Cesc Fabregas merasa Como 1907 memiliki peluang besar untuk mengamankan kemenangan atas Inter Milan.
Pertandingan leg pertama semifinal Coppa Italia 2025-2026 yang mempertemukan Como 1907 dengan Inter Milan pada Rabu (4/3/2026) dini hari WIB ini memang menjadi panggung adu strategi bagi Cesc Fabregas.
Namun, hingga peluit panjang dibunyikan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, skor kacamata 0-0 tetap tidak berubah.
Secara statistik, jalannya pertandingan menunjukkan perlawanan yang sangat berimbang.
Como 1907 tercatat unggul tipis dalam penguasaan bola dengan angka 51 persen, sedangkan anak asuh Cristian Chivu mencatatkan 49 persen.
Ketajaman lini depan menjadi pembeda dalam laga ini. Como berhasil melepaskan lima tembakan dengan satu di antaranya tepat sasaran.
Sebaliknya, Inter Milan justru menemui kebuntuan total dan gagal memproduksi satu pun tembakan on target dari tiga percobaan yang mereka lakukan sepanjang laga.
Analisis "Permainan Catur" Fabregas
Seusai laga, Fabregas memberikan analisis mendalam mengenai performa timnya.
Ia menilai jalannya pertandingan menyerupai permainan catur yang sangat mengandalkan taktik, di mana satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
"Hasilnya memang seperti itu. Secara keseluruhan, saya merasa mungkin kami pantas mencetak gol, atau setidaknya lebih dekat untuk mencetak gol," kata Fabregas dikutip dari Sport Mediaset.
"Ini seperti pertandingan catur, sangat taktis, di mana saat melawan tim paling dominan di Serie A, kami memainkan permainan yang kami inginkan."
"Kami solid, memiliki dua atau tiga peluang bagus, dengan Alex Valle yang tampaknya lebih sulit untuk gagal mencetak gol daripada mencetak gol, tetapi hal-hal seperti ini terjadi."
Pelatih Como asal Spanyol Cesc Fabregas bertepuk tangan pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara SS Lazio vs Como 1907 di Stadion Olimpiade di Roma pada 10 Januari 2025.
"Inter telah mendominasi sepak bola Italia dalam lima tahun terakhir, tetapi kami memiliki satu tembakan ke gawang hari ini."
"Ini meninggalkan sedikit rasa pahit di mulut kami, karena kami merasa setidaknya bisa menang 1-0," lanjut Cesc Fabregas.
Apresiasi dari Cristian Chivu
Di sisi lain, pelatih Cristian Chivu justru memberikan pujian bagi progres yang ditunjukkan oleh Como.
Hasil imbang ini dianggap sebagai kemajuan besar bagi Como 1907, mengingat pada tiga pertemuan sebelumnya mereka selalu menelan kekalahan, termasuk skor telak 0-4 pada awal musim ini.
"Ada rasa saling menghormati," ungkap pelatih kelahiran Resita pada 26 Oktober 1980 dikutip dari Tutto Como.
"Kami sudah saling kenal sejak lama dan sering mengobrol (dengan Fabregas). Senang melihat Como bermain dengan baik."
"Mereka adalah tim yang solid dan terlatih dengan baik yang meraih hasil luar biasa," tutur pelatih asal Rumania tersebut.
Setelah menuntaskan leg pertama ini, Como harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi Liga Italia untuk menghadapi Cagliari di Unipol Domus pada Sabtu (7/3/2026).
Kemenangan atas Cagliari menjadi harga mati jika mereka ingin terus menjaga asa lolos ke Liga Champions musim depan.
Saat ini, posisi Como di peringkat kelima hanya terpaut tiga poin dari AS Roma yang menempati urutan keempat.
Setelah urusan di liga domestik selesai, barulah fokus utama Cesc Fabregas akan kembali ke persiapan menghadapi laga penentuan di Giuseppe Meazza pada 22 April mendatang guna memperebutkan satu tiket ke babak final.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang