Mirwan Suwarso Sebut Fabregas bak CEO, Arsitek Bangunan Ajaib Como
Cesc Fabregas ibarat arsitek untuk bangunan ajaib di Liga Italia bernama Como 1907. Presiden Como, Mirwan Suwarso, menyebut Fabregas seperti CEO sepak bola.
Como 1907 arahan Cesc Fabregas jadi satu paket kejuatan di Serie A Liga Italia 2025-2026. Tim yang belum lama kembali ke kasta tertinggi Italia ini mampu meramaikan persaingan papan atas.
Sampai pekan ke-29 Liga Italia, Como racikan Cesc Fabregas, bertengger di peringkat empat klasemen.
Apabila mampu mempertahankan posisi di empat besar, Como akan berhak mentas di kompetisi antarklub paling elite Eropa, Liga Champions, pada musim depan.
Lesatan ini akan terasa luar biasa mengingat 18 bulan lalu Como masih berkutat di Serie B, kasta kedua Liga Italia.
"Jika Como menjadi kejutan, maka Cesc Fabregas adalah arsitek besar yang membangun 'bangunan ajaib; berwarna biru-putih itu hingga mencapai papan atas Serie A," demikian tulis Media Italia, Tuttomercatoweb dalam sebuah artikel yang dirilias pada Selasa (17/3/2026).
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, saat menangani kubu milik Grup Djarum asal Indonesia tersebut di ajang Liga Italia 2025-2026.
Fabregas dan Potensi Kepergian ke Klub Besar
Makin ke sini, kian banyak yang mengamati sepak terjang Como bersama Fabregas. Sang pelatih asal Spanyol pun terus saja dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa.
Sejak musim lalu, Fabregas sudah dirumorkan dengan kepindahan ke klub yang lebih mapan, usai mengantar Como menutup Serie A 2024-2025 di peringkat 10.
Nama Fabregas sempat dihubung-hubungkan dengan AC Milan, AS Roma, dan Inter Milan.
Presiden Como berkebangsaan Indonesia, Mirwan Suwarso, sadar dirinya tidak bisa terus menerus menahan Fabregas, yang merupakan salah satu investor klub.
Mirwan Suwarso mengakui peran Fabregas dalam membangun Como, mulai dari sebagai pemain, pelatih tim junior, asisten pelatih, hingga kini menjabat peracik taktik tim utama.
Mirwan Suwarso Bicara Masa Depan Tanpa Fabregas
Sang Presiden juga tak tahu pasti sampai kapan Fabregas akan duduk di kursi peramu strategi Como 1907.
“Cesc sedikit seperti CEO di sektor sepak bola. Di perusahaan besar, ini tidak seperti kita bertanya kepada seorang manajer kapan ia ingin pergi," kata Mirwan Suwarso membuat analogi.
"Kami senang ia bersama kami, tetapi kami tahu dalam hidup segala hal bisa terjadi. Kami menikmati momen ini. Kami telah menciptakan sistem yang membuat kami yakin bahwa jika suatu saat ia pergi, semuanya tidak akan runtuh,” ujar Mirwan Suwarso menambahkan.
Cesc Fabregas mengawali perjalanan sebagai pelatih di Como 1907 usai gantung sepatu pada 2023.
Ia lebih dulu menangani tim junior dan tim B, sebelum naik menjadi asisten pelatih tim utama dan sempat berperan sebagai pelatih interim pada tahun yang sama.
Sebagai asisten Osian Robert, Fabregas turut membantu Como meraih promosi ke Serie A pada 2024. Setelah 21 tahun menanti, Como akhirnya kembali ke kasta tertinggi.
Pada Juli 2024, ia resmi dipercaya sebagai pelatih kepala dengan kontrak empat tahun dan sukses membawa Como finis di peringkat ke-10 pada musim perdananya di kasta tertinggi.
Memasuki musim 2025-2026, performa Como di bawah arahannya mencapai titik terbaik. Selain konsisten berada di papan atas klasemen, Como juga berhasil melangkah hingga semifinal Coppa Italia setelah terakhir kali 40 tahun silam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang