Mirwan Suwarso Minta Fabregas Pertahankan Filosofi Como: Kemenangan Bukan Segalanya
Como asuhan Cesc Fabregas yang memeragakan sepak bola atraktif saat ini berada di luar zona Eropa usai kalah dari Fiorentina. Fabregas diminta untuk tak mengubah filosofi tim.
Como yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia mendapatkan banyak pujian sebagai salah satu tim yang menyajikan permainan paling menghibur di Serie A musim ini.
Pelatih Cesc Fabregas mengimplementasikan strategi menyerang dan gaya permainan yang terbuka.
Beberapa kemenangan mengesankan berhasil diraih, termasuk saat Como mengalahkan Lazio 2-0 dan 3-0, Juventus 2-0, serta Torino 6-0.
Meskipun baru promosi ke Serie A pada musim lalu, Como tidak pernah berada di posisi bawah klasemen.
Nico Paz dan rekan-rekannya bahkan sempat berlama-lama di zona Eropa, menempati peringkat 5-6 antara pekan ke-12 dan 24.
Namun, setelah kalah 1-2 dari Fiorentina pada pekan ke-25, Como tergeser ke peringkat 7.
Dengan 41 poin, tim yang telah meraih gelar Serie B tiga kali ini kini tertinggal 1 poin dari Atalanta yang berada di posisi 6.
Strategi menyerang yang diterapkan Como tampaknya mulai menjadi bumerang yang merugikan mereka.
Ignace Van der Brempt (77) berduel dengan Adrien Rabiot (kanan) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Como vs AC Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como, pada 15 Januari 2026. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)
Como Kalah dari Tim dengan Pendekatan Pragmatis
Dalam sebulan terakhir, mereka mengalami dua kekalahan dari tim-tim yang lebih defensif dengan pendekatan pragmatis.
Pada 15 Januari lalu, Como kalah dari AC Milan yang menerapkan taktik defensif khas pelatih Massimiliano Allegri.
Meskipun Como menguasai bola hingga 66% dan mencatat hampir 600 operan, mereka tetap kalah 1-3 dari Milan yang hanya melakukan 4 tembakan tepat sasaran.
Kekalahan dari Fiorentina pun mirip, di mana Como unggul dalam jumlah tembakan (15 berbanding 6), penguasaan bola (66%-34%), dan jumlah operan (550-288), tetapi tetap tidak berhasil meraih kemenangan.
Sekarang, harapan untuk lolos ke kompetisi antarklub Eropa 2026-2027 terancam.
Fabregas Diminta Setia dengan Filosofi Menyerang
Apakah Como perlu merubah pendekatan mereka demi kelolosan ke kompetisi antarklub Eropa musim depan?
Jawabannya tidak andai pertanyaan itu ditujukan kepada Presiden Como, Mirwan Suwarso.
Mirwan Suwarso tidak ingin Fabregas mengubah filosofi permainan yang sudah ada.
"Kemenangan bukan segalanya," kata Suwarso dilansir dari pemberitaan BolaSport.
"Apa yang kita cintai dari olahraga ini adalah alasan yang terkadang membuat kita menderita."
"Kegembiraan yang luar biasa untuk kemenangan dan pahitnya kekalahan. Drama yang sempurna, opera yang sempurna."
"Dalam semua drama, kita mencari penjahat, antagonis untuk disalahkan, seseorang untuk dijadikan kambing hitam, tempat untuk menumpahkan frustrasi dan kemarahan."
"Tetapi, meskipun perjalanan kami begitu emosional, inilah kehidupan. Dalam kehidupan, tidak semuanya memiliki happy ending."
"Semua yang kita inginkan harus dicapai dengan kerja keras meski belum ada jaminan kita akan mendapatkannya."
"Dalam kehidupan, kita hanya bisa memberikan yang terbaik dan belajar dari semua yang terjadi pada kita."
"Kekalahan dari Fiorentina memang menyakitkan. Namun, jangan menyalahkan wasit, VAR, atau alasan lainnya."
"Itu hanya sebuah kekalahan yang harus kami ambil sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik."
"Beberapa orang berkata untuk mencapai mimpi Eropa atau hal yang lebih besar lagi. Namun bagi saya, yang paling penting adalah kami menjadi lebih baik."
"Menjadi pemain, pelatih, manajer, dan eksekutif yang lebih baik serta di atas segalanya, sebuah tim yang lebih baik."
"Karena hidup bukan hanya tentang menang. Inilah identitas kami, apa yang kami lakukan, dan bagaimana kami berusaha untuk menang."
"Sekarang, seperti dalam setiap kekecewaan dalam hidup, kita harus bergerak maju. Untuk belajar, untuk tumbuh, dan untuk menjadi lebih baik."
Menariknya, Como akan kembali bertemu AC Milan pada laga tunda pekan ke-24, Rabu (18/2/2026) di San Siro.
Ini akan menjadi momen untuk melihat pertarungan antara filosofi permainan menyerang Fabregas dan taktik pragmatis Allegri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang