Kisah Cesc Fabregas Bangun Kekuatan Como dari Nol

Cesc Fabregas, Como, Liga Italia, Kisah Cesc Fabregas Bangun Kekuatan Como dari Nol

Cesc Fabregas ungkapkan sebab dirinya betah melatih Como, meskipun terus disebutkan akan hengkang di musim panas 2026.

Cesc Fabregas punya alasan mengapa dirinya betah melatih Como, meskipun kerap disebut akan hengkang dari Liga Italia ke liga atau klub lain yang lebih besar.

Fabregas diketahui memulai karier melatih bersama Como U19 dan tim B, sebelum kemudian menjadi asisten pelatih dari Osian Roberts.

Sejak tahun 2024, Fabregas pun mulai menangani Como yang belakangan muncul sebagai kekuatan baru di Liga Italia.

Pada kompetisi Liga Italia musim 2025-2026, Como mampu duduk di peringkat ke-7 klasemen sementara.

Klub yang dimiliki oleh duo orang kaya di Indonesia, Robert Budi dan Michael Bambang Hartono ini pun berpeluang untuk lolos ke Liga Champions musim 2027-2028.

Fabregas jelas menjadi sorotan dan saat ini mulai dihubungkan dengan beberapa klub besar Eropa.

Cesc Fabregas, Como, Liga Italia, Kisah Cesc Fabregas Bangun Kekuatan Como dari Nol

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, saat menangani kubu milik Grup Djarum asal Indonesia tersebut di ajang Liga Italia 2025-2026.

Fabregas Mulai dari Nol

Namun demikian, Fabregas pun menjelaskan sebab dirinya betah melatih Como. Kariernya disebut seperti Pep Guardiola di Manchester City dengan skala lebih kecil.

Dilansir dari Goal, Fabregas mengungkapkan bahwa semua di Como dimulai dari nol, termasuk soal membentuk struktur dan akademi.

"Di Como, kami pada dasarnya memulai dari nol," jelasnya. 

"Kami bahkan tidak memiliki lapangan latihan. "

"Struktur di sekitar klub sangat buruk. Jadi, saya meluangkan waktu untuk memikirkan apa yang bisa kami lakukan bukan hanya untuk tim utama tetapi juga akademi," ungkap Fabregas.

Namun demikian, Fabregas mengaku dengan kondisi itu, dia punya kesempatan untuk membangun filosofi sepak bola.

Fabregas mengaku bahwa tim pelatih Como menganalisis semua struktur formasi yang ada di sepak bola.

Hal ini untuk memuluskan visinya menjadi pelatih yang bisa memainkan banyak pola melawan tim lawan.

"Saya tidak ingin menjadi pelatih yang selalu memiliki cara bermain yang sama, cara menyerang dan bertahan yang sama," ujarnya.

"Ya, Anda memiliki prinsip dan struktur, tetapi saya ingin mendominasi sebisa mungkin, dan saat ini untuk mendominasi, Anda perlu memiliki solusi sebanyak mungkin," imbuh Fabregas.

Perjalanan Como dan Fabregas Masih Panjang

Sebelum musim 2025-2026 berjalan, Fabregas sempat disebut akan bergabung ke Inter Milan untuk menggantikan Simone Inzaghi.

Akan tetapi, President Como, Mirwan Suwarso menyebut bahwa Fabregas tak akan hengkang dari tim, mengingat mereka punya proyek yang panjang.

"Perjalanan kami masih panjang, akan berlangsung selama beberapa musim dan berpusat pada Cesc Fabregas, yang tidak akan meninggalkan klub," tegas Mirwan Suwarso.

Kini, Como masih menatap peluang untuk masuk ke zona Eropa, seraya berharap bisa menaklukkan AC Milan dalam laga tunda pekan ke-24 Liga Italia di Stadion San Siro pada hari Kamis (19/2/2026) pukul 02.45 dini hari WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang