Melejit di Liga Italia, Cesc Fabregas Akui Tak Pernah Targetkan Como 1907 Lolos ke Eropa
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, sukses membawa timnya tampil luar biasa pada Liga Italia (Serie A) 2025-2026.
Como 1907 menunjukkan sepak terjang istimewa di Liga Italia 2025-2026, meskipun berstatus sebagai tim yang belum lama kembali ke papan atas setelah penantian 21 tahun.
Penunjukkan Cesc Fabregas sebagai juru taktik dengan kontrak berdurasi empat tahun terbukti menjadi langkah jitu manajemen I Lariani.
Walau dipandang masih baru di dunia kepelatihan, mantan bintang Barcelona ini mampu menyulap timnya menjadi kekuatan baru di Serie A.
Pencapaian Como musim ini kontras dengan nasib sesama tim promosi seperti Venezia yang harus turun kasta, maupun Parma yang masih tertahan di papan bawah klasemen.
Fokus pada Ekosistem dan Fondasi Tim
Hingga memasuki pekan ke-27, pasukan yang dipimpin oleh Mirwan Suharso ini berhasil menembus urutan kelima klasemen sementara dengan koleksi 48 poin.
I Lariani kini hanya terpaut tiga poin dari AS Roma yang menempati zona terakhir Liga Champions.
Namun, di tengah ekspektasi publik yang meninggi agar tim menembus kompetisi Eropa, pelatih asal Spanyol tersebut justru memberikan pernyataan yang rendah hati terkait target klub.
Baginya, membangun lingkungan kerja yang tepat dan fondasi yang kokoh jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mengejar posisi di klasemen.
Ia menekankan pentingnya proses belajar dan keberanian untuk melakukan eksperimen taktis demi kemajuan jangka panjang klub.
"Apakah saya mengharapkan hal ini di awal musim? Saya tidak mengharapkan apa pun di awal musim," ujar Fabregas seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.
"Saya hanya ingin menemukan kondisi terbaik dan lingkungan yang tepat."
Penyerang Juventus, Kenan Yildiz, berebut bola dengan bek Como, Ivan Smolcic, pada laga Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026.
"Pada langkah kedua, Anda harus mencoba hal-hal baru, mungkin bahkan kehilangan poin dan membuat kesalahan, hal-hal yang nantinya Anda ingat kembali dan berkata, ‘Ingatlah ini.’"
"Begitulah cara seorang pelatih dan staf dapat membangun sesuatu yang penting.
"Untuk 11 pertandingan liga terakhir ini, saya berharap bisa berjuang untuk tiga poin." imbuhnya.
Peluang Terbuka di Akhir Musim
Dengan sisa 11 pertandingan lagi, peluang Como untuk finis di empat besar masih terbuka lebar.
Dalam jadwal sisa, mereka hanya akan menghadapi dua lawan tangguh yakni Inter Milan dan Napoli, sementara laga lainnya mempertemukan mereka dengan tim-tim yang kekuatannya relatif setara.
Selain di liga, I Lariani juga masih menjaga asa meraih trofi melalui ajang semifinal Coppa Italia.
Ujian terdekat Como adalah bertandang ke markas Cagliari di Stadion Unipol Domus pada Sabtu (8/3/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang