Marc Marquez Bicara Pensiun dari MotoGP, Asal Satu Syarat Ini Terpenuhi

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez

 Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez mulai berbicara terbuka mengenai masa depan kariernya. Pembalap asal Cervera, Spanyol itu mengaku tidak terlalu memikirkan kapan akan pensiun, tetapi ada satu hal yang kini menjadi prioritas utamanya setelah melewati banyak cedera dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam wawancara dengan Radioestadio Noche, Marquez menegaskan bahwa kondisi fisik kini menjadi prioritas utamanya setelah bertahun-tahun bergelut dengan cedera yang sempat mengganggu performanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya akan langsung menandatanganinya sekarang juga. Tentu saja saya masih akan mencoba memenangkan gelar juara dunia lagi. Pada 2025, saya hanya ingin melihat apakah saya masih bisa menang, dan jawabannya adalah ‘ya’. Jadi saya bisa pensiun dengan tenang,” kata Marquez.

Gelar yang ia raih pada musim 2025 memang terasa sangat spesial bagi pembalap berusia 33 tahun tersebut. Setelah melalui periode sulit yang dipenuhi cedera, keberhasilan kembali merebut titel dunia menjadi pembuktian bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi. Menurut Marquez, trofi tersebut bahkan menjadi yang paling berarti sepanjang kariernya.

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez

“Ini adalah tantangan terbesar dalam karier olahraga saya. Gelar ini yang paling saya hargai karena semua hal yang terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Meski begitu, awal musim terbaru di ajang MotoGP tidak berjalan mulus. Saat balapan pembuka di Thailand, Marquez harus mengakhiri lomba lebih cepat setelah mengalami ban bocor. Namun ia meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menilai performanya.

“Kami berharap bisa berkembang. Ini baru balapan pertama, jadi tidak perlu panik,” ucapnya.

Perjalanan panjang menghadapi cedera juga membuat Marquez merasa berubah secara mental. Ia menggambarkan masa pemulihan sebagai periode yang sangat menantang bagi seorang atlet.

“Saat Anda cedera, rasanya seperti berada di dalam sangkar. Tapi begitu dokter sedikit membukanya, Anda langsung ingin keluar,” kata Marquez.

Marquez menilai masa-masa sulit akibat cedera justru memberi pelajaran besar dalam perjalanan kariernya. Ia mengakui periode tersebut membuatnya berkembang jauh lebih cepat sebagai pribadi maupun sebagai pembalap.

Pembalap asal Spanyol itu mengatakan bahwa selama tiga tahun dihantam cedera, proses pendewasaannya terasa jauh lebih cepat dibandingkan masa-masa ketika ia terus meraih kemenangan di lintasan.

Kini, meski motivasinya untuk terus bersaing di MotoGP masih tinggi, Marquez menegaskan dirinya tidak lagi terlalu terobsesi dengan jumlah gelar juara dunia. Baginya, yang paling penting adalah bisa mengakhiri karier tanpa mengalami cedera lagi.

Marquez juga menyatakan tetap akan berusaha meraih gelar dunia jika kesempatan itu datang. Namun di saat yang sama, ia merasa sudah membuktikan pada musim 2025 bahwa dirinya masih mampu menang di level tertinggi.

Marquez menyebut Jorge Lorenzo sebagai rival paling berat yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya di MotoGP. Selain itu, ia juga mengaku sempat membayangkan bagaimana rasanya bertarung di lintasan dengan legenda balap seperti Mick Doohan dan Casey Stoner.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marquez turut menyinggung persaingan unik yang ia alami bersama sang adik, Álex Márquez, yang finis sebagai runner up pada klasemen dunia musim lalu. Ia menggambarkan musim tersebut sebagai pengalaman luar biasa bagi keluarga mereka.

Menurut Marquez, pencapaian tersebut membuat kedua orang tuanya sangat bangga. Ia bahkan berkelakar siap mengulang situasi serupa suatu saat nanti, tetapi dengan posisi yang terbalik.