Marc Marquez Tidak Lagi Berambisi Lampaui Valentino Rossi

Marc Marquez, MotoGP 2026, Hasil MotoGP, Valentino Rossi, Ducati, Marc Marquez Tidak Lagi Berambisi Lampaui Valentino Rossi

Marc Marquez mengungkap bahwa dirinya hanya ingin menang dan tidak ingin mengejar rekor Giacomo Agostini maupun Valentino Rossi di MotoGP 2026.

Marc Marquez memulai gelaran MotoGP 2026 dengan hasil yang kurang baik, dengan finis di posisi kedua saat Sprint Race dan mengalami pecah ban saat Main Race di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, pekan lalu.

Hasil MotoGP Thailand 2026 ini membuat Marquez berada di posisi kesembilan klasemen pebalap, sedangkan posisi puncak diduduki Pedro Acosta yang mengendarai KTM.

Namun, Marquez menghadapi pergelaran MotoGP 2026 dengan lebih santai dan penuh kedamaian.

Seperti dilansir dari La Gazzetta dello Sport, Marc Marquez kabarnya tidak lagi terobsesi untuk memecahkan rekor Giacomo Agostini atau melebihi catatan Valentino Rossi.

Gelar juara MotoGP 2025 ialah yang kesembilan untuk Marquez di semua kelas yang artinya sama dengan yang diraih oleh Rossi, Mike Hailwood, dan Carlo Ubbiali.

Dengan usia yang saat ini baru mencapai 33 tahun, Marquez masih berpeluang untuk melebihi dua legenda MotoGP lainnya.

Sebut saja kompatriot Marquez, Angel Nieto dengan total 13 gelar dan Giacomo Agostini dengan 15 gelar.

Marc Marquez, MotoGP 2026, Hasil MotoGP, Valentino Rossi, Ducati, Marc Marquez Tidak Lagi Berambisi Lampaui Valentino Rossi

Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Tujuan Marquez di MotoGP 2026

“Tujuan saya selalu untuk menang, bersenang-senang, dan memberikan yang terbaik," ungkap Marquez.

Marquez berkaca dari insiden yang didapatnya kala menjalani pergelaran MotoGP 2022 dan 2023, ketika dirinya mengalami cedera nyaris sepanjang musim.

Cedera yang didapat akhirnya berujung pada performa kurang menawan bersama Honda di tahun 2023 sebelum kemudian Marquez memutuskan untuk pindah ke Gresini Racing lalu ke Ducati Lenovo Team.

Marquez mengaku bahwa keberhasilannya menjuarai MotoGP 2025 cukup emosional karena dirinya mengalami penderitaan cedera berkepanjangan.

"Dari luar, saya menyadari bahwa semuanya tampak mudah atau otomatis, tetapi bagi saya sama sekali tidak demikian," ujar Marquez.

"Meraih kemenangan lagi setelah bertahun-tahun diliputi ketidakpastian adalah proses yang panjang, sulit, dan penuh keraguan," imbuhnya.

Menurut Marquez, dirinya harus menerima kondisi yang tidak sama seperti ketika sebelum mendapat cedera berat.

Cara Marquez Memandang Balapan MotoGP

Kondisi ini membuat pandangan pebalap Spanyol ini berbeda soal mendapatkan kemenangan di pergelaran MotoGP.

"Untuk kembali ke level tinggi, saya harus beradaptasi, menjadi lebih cerdas, dan bersabar," ujarnya.

"Kemenangan pertama bukan hanya kegembiraan dalam bidang olahraga; itu adalah kelegaan yang luar biasa. Rasanya seperti berkata pada diri sendiri: 'Oke, saya masih bisa melakukannya," ungkap Marquez menambahkan.

Di sisi lain, Marquez hanya ingin terus kompetitif dan bisa tampil bagus di setiap balapan dengan kemampuan yang terbaik.

"Terus bersenang-senang dan merasa kompetitif. Itulah yang benar-benar memotivasi saya," ujarnya.

Setelah semua yang telah saya lalui, ini bukan lagi hanya tentang menang demi menang." 

"Ini tentang merasa bahwa saya berada dalam kondisi terbaik, membuktikan bahwa saya masih bisa bersaing dengan yang terbaik," imbuh Marquez.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang