Motor MotoGP Sekarang Lebih Sulit Dikendarai
Mantan pebalap MotoGP Cal Crutchlow menilai motor MotoGP generasi terbaru mengalami perkembangan yang sangat pesat.
Namun, di balik peningkatan performa tersebut, motor MotoGP saat ini juga jauh lebih sulit dikendarai dibandingkan saat ia masih berkompetisi penuh di kelas utama.
Crutchlow kembali tampil di MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello, akhir pekan lalu, sebagai pebalap pengganti Johann Zarco di tim LCR Honda. Balapan tersebut menjadi penampilan pertamanya di Mugello dalam tujuh tahun terakhir.
Menurutnya motor Honda yang saat ini digunakan memiliki performa yang sangat baik. Meski demikian, ia mengakui para pebalap masih menginginkan pengembangan lebih lanjut.
Pebalap Honda HRC Castrol Luca Marini (kiri) beraksi dalam sesi latihan MotoGP Grand Prix Brasil di Sirkuit Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 20 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP)
"Saya hanya bisa berbicara soal Honda karena saya mengendarai Honda. Motornya luar biasa. Jauh lebih baik daripada saya," kata Crutchlow dilansir dari Crash, Kamis (4/6/2026).
"Tetapi jika berbicara dengan pebalap Honda lainnya, mereka masih ingin ada peningkatan. Tentu saja saya juga memberikan masukan untuk mencoba membantu mereka," katanya.
Crutchlow mengungkapkan, salah satu perubahan terbesar pada motor MotoGP modern adalah penggunaan perangkat aerodinamika yang semakin kompleks.
Kehadiran berbagai elemen aero membuat motor menghasilkan gaya tekan ke bawah (downforce) lebih besar, tetapi juga menambah beban yang harus dikendalikan pebalap.
"Motor-motor sekarang berat, benar-benar berat dengan adanya gaya tekan ke bawah (downforce) dari sayap dan semua perangkat seperti itu. Tetapi saya pikir sebagian besar motor sekarang memang seperti itu. Tentu saja bagi saya terasa lebih berat lagi karena saya sudah lama tidak mengendarainya," ujar Crutchlow.
Replika motor pebalap Honda HRC Castrol, Joan Mir di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Menurut dia, kemajuan teknologi tidak serta-merta membuat motor menjadi lebih mudah dikendarai. Justru sebaliknya, pebalap dituntut bekerja lebih keras untuk memaksimalkan performa motor.
"Motor-motor sekarang luar biasa. Tetapi itu bukan berarti mudah dikendarai karena menurut saya sekarang jauh lebih sulit dikendarai dibandingkan sebelumnya," kata Crutchlow.
Ia menjelaskan, perbedaan tersebut sangat terasa jika dibandingkan dengan motor yang digunakannya pada musim 2019 dan 2020, saat masih menjadi pebalap penuh MotoGP.
"Kalau dibandingkan dengan 2022, 2023, dan 2024 saat saya melakukan pengujian untuk Yamaha, sebenarnya mirip. Tetapi kalau dibandingkan dengan 2019 dan 2020, motor sekarang jauh lebih sulit dikendarai," ujarnya.
Livery baru LCR Honda MotoGP untuk musim 2026
Crutchlow mencontohkan perkembangan aerodinamika yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Jika dahulu motor MotoGP hanya menggunakan sayap depan sederhana, kini hampir seluruh bagian motor memanfaatkan perangkat aero.
"Dulu kami hanya menggunakan beberapa sayap di bagian depan. Sekarang ada sayap depan, samping, belakang, bagian jok, dan semua perangkat itu untuk menghasilkan downforce," kata dia.
Selain perubahan teknis pada motor, Crutchlow juga menyoroti perkembangan MotoGP di luar lintasan. Menurut dia, pebalap masa kini menghadapi tekanan dan tuntutan yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
"Secara keseluruhan MotoGP, paddock, bergerak mengikuti perkembangan zaman, termasuk media, media sosial, dan hal-hal seperti itu," ujarnya.
Jorge Martin (kiri) memimpin Sprint Race MotoGP Perancis di Le Mans, barat laut Prancis, pada 9 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP)
Pebalap asal Inggris itu menilai para pebalap kini harus membagi fokus antara balapan dan berbagai aktivitas promosi, media, serta kewajiban komersial lainnya.
"Saya pikir ini sangat sulit bagi para pebalap. Mereka mendapatkan begitu banyak perhatian, urusan media, dan berbagai komitmen lainnya, bukan hanya balapan," kata Crutchlow.
Meski demikian, ia mengakui perkembangan tersebut membawa dampak positif karena membuat MotoGP semakin dikenal masyarakat luas.
"Apa yang dilakukan MotoGP saat ini sangat, sangat bagus. Semakin banyak orang menonton. Orang-orang yang saya kenal, yang sebenarnya tidak terlalu memahami MotoGP, sekarang menontonnya di televisi mereka," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang