Cedera Bikin Tertinggal, Bintang Ducati Ini Bongkar Kelemahan yang Menghambatnya Naik Podium MotoGP

Pembalap Gresini, Fermin Aldeguer
Pembalap Gresini, Fermin Aldeguer

 Pebalap muda tim Gresini Racing, Fermin Aldeguer, akhirnya berhasil mencicipi podium pertamanya di MotoGP 2026 saat tampil di Grand Prix Catalunya, Barcelona. Namun di balik hasil manis tersebut, rider Ducati itu justru mengaku masih jauh dari kata sempurna.

Aldeguer memang sempat mencuri perhatian musim lalu setelah tampil sebagai rookie terbaik. Akan tetapi, memasuki musim 2026, perjalanannya justru penuh hambatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cedera patah tulang paha yang dialaminya saat latihan musim dingin membuat pebalap asal Spanyol itu harus melewatkan tes pramusim di Malaysia dan Thailand. Bahkan, ia juga absen pada seri pembuka MotoGP Thailand.

Situasi tersebut membuat Aldeguer kehilangan banyak waktu beradaptasi dengan motor Ducati GP25 yang dikenal cukup sulit dijinakkan.

Meski begitu, perlahan performanya mulai membaik. Di seri Catalunya, ia sukses finis ketiga sebelum akhirnya naik ke posisi kedua usai pebalap Honda, Joan Mir, terkena penalti.

Hasil itu menjadi podium pertamanya sejak terakhir kali naik podium di MotoGP Indonesia musim lalu. Aldeguer mengaku pencapaian tersebut terasa sangat emosional karena ia sempat melewati masa sulit saat harus menonton balapan dari rumah akibat cedera.

“Ini sangat berarti bagi saya. Tidak mudah ketika Anda hanya di rumah melihat pebalap lain tampil maksimal sementara Anda cuma duduk di sofa,” ujar Aldeguer dikutip carsh.

“Saya bekerja setiap hari bersama pelatih pribadi, fisioterapis, menghabiskan banyak waktu di ruang hiperbarik. Semua itu membuat saya terus termotivasi,” lanjutnya.

Meski berhasil naik podium, Aldeguer merasa dirinya belum cukup kuat untuk rutin bersaing di tiga besar MotoGP musim ini. Menurutnya, kondisi fisik dan minim pengalaman dengan motor GP25 masih menjadi kelemahan terbesar.

“Masalahnya ada di banyak hal. Pertama tentu karena cedera, saya kehilangan tes di Malaysia, Thailand, dan balapan pertama musim ini,” katanya.

“Kami butuh lebih banyak kilometer untuk bisa benar-benar berada di level 100 persen. Tapi perlahan kami mulai menemukan solusi,” tambahnya.

Aldeguer juga mengungkapkan bahwa dirinya masih kesulitan saat menikung tajam dan belum menemukan grip belakang yang maksimal, sesuatu yang justru menjadi keunggulannya musim lalu.

“Saya masih kesulitan saat motor harus berbelok rapat di tikungan. Saya juga kehilangan grip akhir yang musim lalu menjadi kekuatan terbesar saya,” ungkap rider Ducati tersebut.

Walaupun demikian, Aldeguer mulai melihat perkembangan positif sejak balapan di Le Mans hingga Catalunya. Hal itu membuat rasa percaya dirinya perlahan kembali tumbuh. Namun, ia tetap realistis soal target musim ini.

“Sejujurnya saya belum yakin punya kemampuan untuk terus finis podium di setiap balapan. Saya masih butuh waktu,” katanya.

“Saya pikir target realistis saat ini adalah konsisten finis di enam besar. Kami masih perlu waktu untuk bisa mendekati motor tim pabrikan,” sambung Aldeguer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain faktor motor, Aldeguer juga mengakui dirinya masih kurang percaya diri ketika melibas tikungan kiri, terutama karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

Kini, tantangan terbesar bagi pebalap muda Ducati itu bukan hanya soal kecepatan, tetapi bagaimana ia bisa kembali menemukan rasa nyaman dan kepercayaan diri setelah cedera panjang.