Kontroversi Penalti Arsenal, Kubu Leverkusen Sebut Gol Havertz Tidak Sah

Liga Champions, Arsenal, Kai Havertz, Kontroversi Penalti Arsenal, Kubu Leverkusen Sebut Gol Havertz Tidak Sah

Arsenal terhindar dari kekalahan saat menghadapi Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League (UCL), Kamis (11/3/2026) dini hari WIB.

Menghadapi laga Liga Champions itu, Arsenal membuka skor lebih dulu melalui sundulan kapten Robert Andrich.

Gol lahir dari situasi sepak pojok hasil umpan Alex Grimaldo. Bola diarahkan ke tiang dekat lalu dibelokkan Andrich ke gawang.

Arsenal harus menunggu hingga akhir pertandingan untuk menyamakan kedudukan. Insiden terjadi saat Malik Tillman mencoba melakukan tekel terhadap Noni Madueke di area penalti.

Wasit meniup peluit setelah Madueke terjatuh. Keputusan tersebut tetap berlaku setelah pemeriksaan VAR.

Arsenal mendapat penalti pada menit ke-89. Eksekusi dilakukan oleh Kai Havertz dan berhasil mengubah skor menjadi 1-1.

Kritik dari Kubu Leverkusen

Pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand, mempertanyakan keputusan penalti tersebut. Ia menilai insiden itu tidak layak dianggap pelanggaran.

"Tidak ada kontak, lalu dia (Madueke) terjatuh," tegas Hjulmand.

"Ini bukan penalti. Itu adalah situasi di mana jika wasit tidak meniup peluitnya dan VAR memeriksanya, maka tidak ada penalti."

"Skor 1-0 tentu saja jauh lebih baik daripada 1-1. Saya tidak melihat penalti di sana, tapi begitulah adanya," kata pria Denmark itu.

Liga Champions, Arsenal, Kai Havertz, Kontroversi Penalti Arsenal, Kubu Leverkusen Sebut Gol Havertz Tidak Sah

Pelatih Denmark Kasper Hjulmand berjalan keluar lapangan pada akhir pertandingan Grup B EURO 2020 antara Denmark vs Finlandia di Stadion Parken di Kopenhagen pada 12 Juni 2021.

Pandangan serupa juga disampaikan mantan wasit Andy Davies. Dalam tulisannya di ESPN, ia menilai Madueke mencoba memanfaatkan situasi untuk mendapatkan penalti.

"Saya akan menganggap bahwa penyerang Arsenal itu berusaha mendapatkan penalti daripada pelanggaran oleh Tillman," ujarnya.

"Kontak awal terjadi ketika Madueke menendang kaki Tillman, dan gesturnya langsung menunjukkan bahwa dia menyadari lawan berada dalam posisi rentan, meninggalkan kaki kirinya di belakang, berusaha mencari kontak dengan bek yang jatuh itu."

"Kedua, cara Madueke jatuh adalah tindakan sekunder yang disengaja dan tidak terkait dengan kontak awal yang dirasakannya di kaki kirinya."

"Secara cerdik dia memindahkan kakinya sehingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh."

Perdebatan Situasi Sepak Pojok

Pertandingan itu juga menghadirkan momen lain di tepi lapangan. Hjulmand sempat berbicara dengan pelatih bola mati Arsenal, Nicolas Jover.

Percakapan terjadi setelah gol Andrich dari situasi korner.

"Saya hanya bertanya, apakah memang ada aturan yang memperbolehkan pemain untuk mengganggu (pergerakan) dan menjatuhkan lawan tanpa bola?" ucap Hjulmand.

"Jadi dia (Jover) hanya berkata, 'kamu juga melakukannya?'"

"Ya, kami juga melakukannya. Jadi hal ini berlaku untuk semua tim, kita semua melakukannya," tutur Hjulmand.

Gol Leverkusen juga diawali situasi kontak di area kotak penalti.

Pemain tuan rumah Ibrahim Maza terlihat menghalangi pergerakan Eberechi Eze sebelum Andrich menyundul bola.

Hasil imbang membuat peluang kedua tim masih terbuka. Arsenal akan menjamu Leverkusen pada leg kedua di Emirates Stadium, Selasa 17 Maret 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang