Kata-kata Mikel Arteta Usai Hasil Leverkusen Vs Arsenal 1-1
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, angkat bicara usai hasil imbang melawan Bayer Leverkusen dalam babak 16 besar Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026.
Pertandingan leg pertama Liga Champions 2025-2026 antara Bayer Leverkusen vs Arsenal digelar di Stadion BayArena.
Duel Bayer Leverkusen vs Arsenal berakhir dengan skor imbang imbang 1-1.
Tuan rumah Bayer Leverkusen sempat unggul lebih dulu melalui gol Robert Andrich pada menit ke-46.
Namun kemenangan mereka sirna setelah Kai Havertz sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-89.
Meski hasil ini memberikan sedikit keuntungan bagi Meriam London, Arteta merasa timnya sempat kehilangan kendali di momen-momen krusial kompetisi UEFA Champions League tersebut.
Arteta menilai pasukannya memulai babak pertama dengan performa yang cukup menjanjikan.
Salah satu peluang paling signifikan didapat oleh Gabriel Martinelli, namun bola masih membentur tiang gawang.
Menurut sang pelatih, kegagalan mengonversi peluang di awal laga membuat jalannya permainan menjadi lebih sulit bagi tim tamu.
"Pertandingan ini memiliki periode yang sangat berbeda. Kami memulai dengan cukup baik, memiliki peluang besar melalui Martinelli yang membentur mistar gawang," kata Mikel Arteta dikutip dari BBC Sport.
momen seperti itu, jika Anda mencetak gol, permainan akan berubah sepenuhnya dan kami memiliki dominasi tertentu, tetapi kami tidak menyelesaikan cukup banyak peluang dan itu memungkinkan serangan balik dan mereka cukup berbahaya dengan hal itu."
Fokus yang Hilang Saat Kick-off
Memasuki paruh kedua, rencana Arsenal untuk menekan sejak awal justru buyar.
Para pemain Arsenal merayakan gol pembuka laga dari Bukayo Saka di ajang Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Arsenal di American Express Community Stadium di Brighton, Inggris selatan pada 4 Maret 2026.
Kelalaian dalam mengantisipasi serangan lawan sesaat setelah babak kedua dimulai berujung pada gol pembuka bagi Leverkusen.
Arteta mengungkapkan rasa kecewanya karena aspek tersebut sebenarnya sudah menjadi bahan diskusi sebelum masuk ke lapangan.
“Kami ingin memulai babak kedua dengan kuat dan yang terjadi justru sebaliknya, kami tidak memperhatikan saat kick-off, yang telah kami diskusikan sebelum pertandingan, lalu mereka mendapatkan sundulan yang jelas dan setelah itu mereka mencetak gol dan pertandingan pun berubah," lanjutnya.
Kebangkitan Melalui Sayap dan Dampak Madueke
Di tengah tekanan, Arteta melakukan sejumlah perubahan taktis untuk mengubah arah permainan.
Ia menekankan pentingnya stabilitas emosional agar para pemain tidak panik saat tertinggal.
Peningkatan penguasaan bola dan intensitas serangan dari sektor sayap menjadi kunci keberhasilan tim untuk kembali ke jalur yang benar.
“Kami harus tetap tenang secara emosional dan kami mengalami peningkatan dalam beberapa perubahan, serta memiliki penguasaan bola dan ancaman yang lebih besar di sayap, dan kami menemukan cara untuk kembali ke pertandingan,” terang Arteta.
Namun, ia juga memberikan catatan terkait lini pertahanan yang sempat kedodoran menghadapi pola rutin lawan.
“Kami tahu mereka punya rutinitas tertentu dan menampilkan gambar-gambar itu. Kami tidak melakukannya dan kami menanggung akibatnya,” tegas pelatih berusia 43 tahun itu.
Eksekusi Dingin Kai Havertz dan Peran Madueke
Salah satu momen yang paling dipuji Arteta adalah ketenangan Kai Havertz saat menghadapi titik putih di menit-menit akhir.
Di sisi lain, masuknya Noni Madueke sebagai pemain pengganti diakui sebagai faktor pembeda yang menghidupkan ritme serangan tim.
“Sepak bola juga memiliki cerita-cerita yang sangat lucu dan menyenangkan, dan cara Kai Havertz mengeksekusi penalti sangat mengesankan. Jelas itu adalah gol penting bagi kami," ungkap Mikel Arteta.
Menatap leg kedua yang akan digelar di Stadion Emirates pada 18 Maret mendatang, Arteta menuntut performa maksimal dari seluruh skuadnya.
Ia menyadari bahwa persaingan Leverkusen dengan Arsenal masih jauh dari kata selesai dan segala kemungkinan masih bisa terjadi di London nanti.
“Dia benar-benar bagus. Dia mengubah ritme, dinamika, and ancaman serta memberikan dampak besar pada hasil pertandingan,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang