Kritik Pedas Jamie Carragher Usai Liverpool Kalah dari Galatasaray
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengkritik performa mantan klubnya setelah kalah dari Galatasaray pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/03/2026) dini hari WIB.
Tim tuan rumah Galatasaray berhasil menaklukan Liverpool dengan skor 1-0 di Istanbul pada laga lanjutan Liga Champions.
Gol tunggal Galatasaray dicetak oleh Mario Lemina melalui sundulan pada menit ke-7 setelah memanfaatkan bola sundulan dari Victor Osimhen di situasi sepak pojok.
Dilansir dari CBS, legenda Liverpool, Jamie Carragher menilai Liverpool tampil jauh dari standar yang seharusnya mereka tunjukkan musim ini, terutama setelah performa yang kurang meyakinkan sepanjang pertandingan.
“Pertandingan bagus dan terbuka, tetapi bagi Liverpool itu laga yang buruk. Hal ini dikarenakan Liverpool bermain sangat buruk pada babak kedua sehingga mendapat hasil yang tidak memuaskan,” ujar Carragher.
Liverpool Jauh dari Target Musim Ini
Mantan bek timnas Inggris itu menilai performa Liverpool musim ini tidak sesuai dengan ekspektasi, terutama setelah klub mengeluarkan dana sebesar 400 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas 2025.
“Tim ini sangat jauh dari level yang seharusnya mereka capai di musim ini, harapannya adalah kami membicarakan mereka seperti kita berbicara soal Bayern Munich saat ini,” ujar Carragher.
Menurutnya, pengeluaran besar yang dilakukan klub seharusnya membawa Liverpool ke level berikutnya, terutama untuk bersaing memperebutkan trofi Liga Champions.
“Itulah tujuan Liverpool menghabiskan lebih dari 400 juta poundsterling pada musim panas lalu, yaitu untuk naik satu level dari juara Liga Inggris menjadi juara Liga Champions,” ujar Carragher.
Carragher Soroti Inkonsistensi Permainan
Cody Gakpo (tengah) kala mengontrol bola dalam pertandingan sepak bola leg pertama 16 besar Liga Champions antara Galatasaray vs Liverpool FC di Ali Sami Yen di Istanbul pada 10 Maret 2026. (Foto oleh YASIN AKGUL / AFP)
Selain hasil pertandingan, Carragher juga menyoroti inkonsistensi permainan Liverpool sepanjang musim 2025-2026.
Dirinya menilai tim asuhan Arne Slot belum mampu mengontrol jalannya laga secara konsisten.
“Sepanjang musim ini saya tidak pernah merasa Liverpool benar-benar mengendalikan sebuah pertandingan,” ujar Carragher.
Ia juga menilai gaya bermain Liverpool sering berubah tanpa arah yang jelas sepanjang pertandingan.
“Kadang pertandingan menjadi terlalu terbuka seperti basket, tetapi di lain waktu justru menjadi lambat, membosankan, dan mudah ditebak,” ujar Carragher.
Meski demikian, Carragher masih yakin Liverpool memiliki peluang untuk membalikkan keadaan pada leg kedua yang akan digelar di Anfield pekan depan.
“Saya masih berpikir Liverpool akan lolos, tetapi apa yang kami lihat di Istanbul jelas menjadi kekhawatiran bagi manajer dan tim,” ujar Carragher.