Tepis Ketertarikan Juventus, Galatasaray Sebut Harga Victor Osimhen Kini Jauh Lebih Tinggi
Presiden Galatasaray, Dursun Ozbek, memberikan pernyataan tegas soal rumor ketertarikan raksasa Liga Italia (Serie A), Juventus, kepada Victor Osimhen.
Dursun Ozbek mengonfirmasi bahwa Victor Osimhen tidak memiliki klausul pelepasan dalam kontraknya saat ini.
Langkah ini diambil untuk memagari Victor Osimhen dari kejaran klub-klub besar Eropa yang ingin menebusnya dengan harga instan, termasuk Juventus.
Kesuksesan Victor Osimhen di Turki membuat pihak klub merasa investasi yang mereka keluarkan kini bernilai jauh lebih tinggi.
Dursun Ozbek mengungkapkan kepada Fanatik bahwa tidak ada kesepakatan yang memungkinkan pihak luar untuk merekrut Osimhen dengan biaya yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sejak dipermanenkan dari Napoli dengan harga 75 juta (sekitar Rp 1,4 triliun), kontribusi sang pemain dianggap telah melampaui angka tersebut, terutama setelah ia membantu tim lolos dari babak play-off Liga Champions.
Manajemen klub asal Istanbul tersebut secara terbuka menyatakan komitmen jangka panjang sang pemain.
Mengenai kontrak yang mengikat sang striker hingga Juni 2029, Dursun Ozbek menegaskan posisi klub:
“Tidak ada klausul pelepasan dalam kontrak Osimhen. Dia adalah pemain sepak bola yang sangat sukses dan akan mengabdi kepada Galatasaray selama bertahun-tahun,” kata Ozbek.
“Mungkin jumlah tersebut dianggap tinggi pada hari kami mengontraknya, tetapi saat ini pandangan yang berlaku di kalangan sepak bola adalah bahwa biaya transfer tersebut rendah dan nilai pemain jauh lebih tinggi.”
Meskipun Juventus dilaporkan memantau situasi ini, upaya mereka untuk memulangkan Osimhen ke Serie A terbentur tembok tebal.
Selain ketiadaan klausul rilis, terdapat aturan dari kesepakatan sebelumnya dengan Napoli yang menghalangi sang pemain bergabung dengan klub Liga Italia hingga September 2027.
Jika ada klub yang memaksakan transfer, mereka harus menghadapi penalti finansial yang sangat besar.
Penyerang asal Nigeria, Victor Osimhen, saat memperkuat Galatasaray di Liga Turkiye 2024-2025.
Aksi Tanpa Selebrasi di Turin
Ketajaman Victor Osimhen terbukti saat Galatasaray bertandang ke Stadion Allianz dalam laga hidup-mati melawan Juventus.
2 pada malam itu, Galatasaray tetap melaju ke babak 16 besar dengan agregat skor 7-5.
Gol penentu yang dicetak Osimhen di babak perpanjangan waktu menjadi kunci kelolosan timnya.
Namun ia memilih untuk tidak melakukan selebrasi sebagai bentuk penghormatan kepada Luciano Spalletti.
“Saya tidak perlu melakukannya. Saya pikir penting untuk menghormati pria yang saya sayangi dan yang telah memainkan peran penting dalam karier saya,” kata Osimhen kepada Prime Video Italia dikutip dari Football Italia.
“Jelas, saya sedang berbicara tentang Spalletti. Saya tidak merasa perlu merayakannya.”
Osimhen juga menambahkan kritiknya terhadap performa tim secara keseluruhan.
"Kami bermain buruk, bahkan ketika mereka bermain dengan sepuluh pemain, jadi tidak ada alasan untuk merayakan," lanjut Victor Osimhen.
"Bahkan ketika saya mencetak gol penentu, saya tidak merasa perlu merayakan. Saya bukan tipe pemain seperti itu, yang mencoba menyembunyikan emosinya."
"Saya melihat orang-orang ini bertepuk tangan untuk Juventus atas penampilan mereka. Saya bisa mengatakan saya bahagia” lanjutnya.
Tantangan Finansial dan Babak Selanjutnya
Di babak 16 besar nanti, Galatasaray akan menghadapi lawan berat antara Liverpool atau Tottenham.
Sementara itu, Atalanta menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa dan bersiap menghadapi tantangan dari Bayern Muenchen atau Arsenal.
Bagi klub peminat, memboyong Osimhen bukan hanya perkara biaya transfer, melainkan juga beban gaji yang sangat masif.
Saat ini, ia menerima gaji pokok bersih sebesar 15 juta euro atau sekitar Rp 294,6 miliar per tahun, yang dapat membengkak hingga 21 juta euro (setara Rp 412,5 miliar) melalui bonus.
Angka tersebut dianggap mustahil untuk dipenuhi oleh sebagian besar klub Italia saat ini tanpa dukungan insentif pajak yang memadai.
Segala kerumitan finansial dan hukum ini pada akhirnya mempertegas posisi Victor Osimhen yang tetap menjadi aset paling berharga bagi publik Istanbul hingga waktu yang lama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang