Pengakuan Pelatih Juventus Usai Skuadnya Dipecundangi Galatasaray 5-2

Pelatih Juventus Luciano Spalletti sedih
Pelatih Juventus Luciano Spalletti sedih

Kekalahan telak yang dialami Juventus di markas Galatasaray menjadi pukulan keras dalam perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Bertanding pada leg pertama playoff babak 16 besar di Stadion Rams Park, Istanbul, Rabu dini hari WIB, Si Nyonya Tua harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor mencolok 2-5.

Situasi makin sulit karena Juventus harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-67, setelah Juan Cabal menerima kartu kuning kedua. Kondisi tersebut dimanfaatkan maksimal oleh Galatasaray yang tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim tuan rumah mencetak lima gol melalui Noa Lang (dua gol), Gabriel Sara, Davinson Sanchez, dan Sacha Boey. Sementara dua gol Juventus seluruhnya diborong Teun Koopmeiners, demikian catatan UEFA.

Juventus sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan. Kenan Yildiz membuka ancaman pertama lewat tembakan yang masih bisa diblok pertahanan Galatasaray. Namun, tuan rumah lebih dulu unggul pada menit ke-15 melalui Gabriel Sara yang memanfaatkan bola rebound di kotak penalti.

Pemain Juventus

Keunggulan itu hanya bertahan satu menit. Juventus langsung merespons lewat sepakan Teun Koopmeiners yang menyamakan skor menjadi 1-1. Bahkan tim tamu sempat berbalik unggul 2-1 pada menit ke-32 setelah Koopmeiners mencetak gol keduanya usai menerima umpan Weston McKennie.

Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah jeda. Baru empat menit babak kedua berjalan, Noa Lang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Momentum kemudian berbalik ke Galatasaray.

Pada menit ke-60, Davinson Sanchez membawa tuan rumah kembali unggul 3-2 lewat sundulan memanfaatkan tendangan bebas Gabriel Sara. Petaka bagi Juventus terjadi tujuh menit kemudian saat Juan Cabal diusir keluar lapangan.

Bermain dengan jumlah pemain lebih banyak, Galatasaray makin leluasa menekan. Noa Lang mencetak gol keduanya pada menit ke-75 setelah menerima umpan Victor Osimhen, sebelum Sacha Boey menutup pesta gol tuan rumah pada menit ke-86.

Kekalahan ini membuat peluang Juventus untuk lolos ke babak 16 besar sangat berat. Pada leg kedua di Stadion Allianz, Turin, mereka wajib menang minimal selisih empat gol untuk membalikkan agregat.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui timnya tampil jauh di bawah standar dan kehilangan karakter permainan.

“Pada malam ini, kepribadian kami menurun; kami seperti mundur tiga langkah. Kami gagal memahami tingkat kesulitan dan bahaya dari apa yang kami lakukan di lapangan. Jika kualitas permainan kami tidak cukup, kami selalu berada dalam risiko secara defensif. Kami akan mencoba melakukan analisis yang tepat menjelang laga leg kedua,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan tersebut mencerminkan betapa seriusnya masalah yang dihadapi Juventus, terutama dalam konsistensi permainan dan ketahanan mental saat menghadapi tekanan di kompetisi elite Eropa.

Leg kedua di Turin kini menjadi penentu nasib. Juventus membutuhkan performa nyaris sempurna jika ingin menghindari tersingkir lebih awal dari Liga Champions musim ini.