Garuda Calling, Pengamat Sebut Kiper Teja Paku Alam Luput dari Radar John Herdman
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman resmi memanggil 41 pemain dalam Garuda Calling menatap laga FIFA Series pada 27 dan 30 Maret.
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah FIFA Series 2026 dan bakal menjamu Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan Saint Kitts dan Nevis (CONCACAF).
Ini merupakan Garuda Calling atau pemanggilan pemain Timnas pertama yang dilakukan oleh John Herdman sejak ia ditunjuk Januari silam.
Pada deretan nama penjaga gawang terdiri dari nama-nama beken seperti Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Ernando Ari.
Pengamat sepak bola asal Bandung, Gatot Prasetyo, mencermati ada satu nama yang luput, yakni penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam.
Menurut Gatot, Teja Paku Alam layak mendapatkan kesempatan panggilan Timnas Indonesia berkat performanya yang apik musim ini.
“Kalau lihat dari performa, dari statistik di Liga Indonesia, kita punya satu nama lagi, ya Teja Paku Alam,” ucap Gatot kepada KOMPAS.com lewat sambungan telepon.
“Saya pernah menangani dia juga ya, dia di tahun ini baik di level Asia maupun di Liga Indonesia, dia menunjukkan performa yang stabil,” sebutnya.
“Performanya yang stabil itu, menurut kacamata saya, dia layak masuk skuad untuk Garuda Calling di FIFA Series ini,” ungkap mantan pelatih kiper Timnas U20 Indonesia ini.
Statistik Teja Paku Alam
Penampilan apik penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 saat membawa timnya menang clean sheet 2-0, 1 Oktober 2025 di BG Pathum Thani Stadium.
Bersama Persib, Teja Paku Alam telah membukukan statistik fantastis, ia sementara jadi kiper terbaik liga domestik Super League 2025-2026 dengan catatan 14 clean sheet dan baru kebobolan 10 kali dari 21 laga.
Artinya Teja Paku Alam punya rata-rata kemasukan 2,1 kebobolan per pertandingan.
Sementara di kancah Asia di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Teja catat empat kali clean sheet, kebobolan sembilan kali dari delapan laga.
Bagi Gatot, statistik menjadi salah satu indikator pegangan memilih pemain.
“Ya dari data statistik yang ada, statistik kan tidak membodohi, tidak membohongi. Kita juga kalau seorang teknis , staff teknis melihat dari performa sama statistik yang jelas-jelas bisa menjadi pegangan,” papar Gatot.
Sebagai pembanding, Nadeo Argawinata punya delapan clean sheet, 24 kebobolan dari 24 laga bersama Borneo FC Samarinda.
Ernando Ari punya tujuh clean sheet, 27 kali kebobolan dalam 23 laga bersama Persebaya Surabaya.
Namun kedua kiper ini merupakan langganan Timnas Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
“Clean sheet Teja bagus, kemasukan juga minim di antara peserta liga lain. Tampaknya enggak salah juga memberi kesempatan dia untuk masuk di radar,” ucap Gatot.
Dukungan Gatot Prasetyo untuk John Herdman
Penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes saat tampol di hadapan ribuan suporter menghadapi Bahrain pada pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.
Maarten Paes yang bermain untuk Ajax Amsterdam dan Emil Audero yang membela US Cremonese diprediksi akan jadi dua kiper utama Timnas Indonesia di FIFA Series nanti.
Ini akan jadi ajang pembuktian John Herdman meyakinkan fan Garuda akan kelayakannya mengarsiteki Merah Putih.
Gatot menilai dua kiper diaspora ini tak perlu diragukan lagi kapasitasnya, mengingat lawan yang akan dihadapi pun punya kualitas.
“Pertama, mereka kan sudah pernah dipanggil tim nasional juga, di klubnya juga mereka juga eksis semua. Karena saya lihat semua pemain ini punya kemampuan memadai ya semuanya,” tutur Gatot.
“Kemampuan teknik, pemahaman taktik. Tapi gimana kalau kita menghadapi, tim kayak kemarin di Piala Dunia kan, masalah postur jadi poin plusnya,” kata Gatot.
“Postur tubuh kan menentukan penjaga gawang, apalagi kita menghadapi tim-tim asal Eropa, Amerika Latin, yang punya postur. Nah, nantinya pasti si pelatih akan mencari yang paling sesuai dengan tuntutan tadi,” sebutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang