Kekesalan Fabregas Usai Como Hanya Bermain Imbang 0-0 Lawan Udinese

Liga Italia, Udinese, Como 1907, Como, Cesc Fabregas, Serie A, Kekesalan Fabregas Usai Como Hanya Bermain Imbang 0-0 Lawan Udinese

Cesc Fabregas kecewa terhadap performa Como 1907 setelah hasil imbang tanpa gol melawan Udinese.

Pertandingan Liga Italia Udinese vs Como 1907 berakhir 0-0 di Stadion Bluenergy, Udine, pada Senin (6/4/2026).

Kedua tim melepas 26 usaha ke gawang secara kolektif tetapi masing-masing hanya dapat mencatatkan satu big chance alias kesempatan besar ke gawang.

Kurangnya peluang emas ini pun terlihat dengan angka ekspektasi gol minim, Como hanya 0,63 xG sementara Udinese 0,96 xG.

Wajar apabila Cesc Fabregas menyatakan bahwa ia berharap lebih dari timnya dalam pertandingan tersebut, terutama karena Como sebelumnya telah memenangkan lima laga secara beruntun.

“Kami memiliki dua peluang besar untuk mencetak gol dan itu penting," tutur mantan anak asuh Arsene Wenger tersebut kepada DAZN Italia.

"Secara umum, saya tidak menyukai cara tim bermain dalam penguasaan bola, ada banyak pemain tampil di bawah standar hari ini."

"Pada saat sama, Udinese menciptakan sangat sedikit bahaya dan kami mencatatkan clean sheet ke-15 kami.”

Posisi Como saat ini masih berada di peringkat keempat dengan 58 poin, unggul empat poin dari Roma, namun jarak poin akan semakin dekat jika Juventus berhasil mengalahkan Genoa.

Selain itu, Atalanta juga memiliki peluang untuk kembali bersaing memasuki tujuh pertandingan terakhir Serie A musim ini.

Kelelahan Usai Jadwal Internasional

Fabregas menegaskan bahwa faktor kelelahan pemain internasional yang melakukan perjalanan jauh juga mempengaruhi performa tim.

Menurutnya, dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah tidak kalah dan tidak kebobolan, meskipun ia mengakui harapannya lebih tinggi terhadap penampilan Como.

“Penguasaan bola, transisi, umpan vertikal, kami tidak memainkan bola dengan cepat," ujar Fabregas tentang hal-hal yang ia tidak suka dari laga.

"Kami tidak melakukan penjagaan preventif tepat, dan tidak memenangkan duel. Melawan tim tangguh secara fisik dan berpengalaman seperti Udinese, Anda akan membayar mahal untuk itu.”

Salah satu keputusan taktis yang menarik adalah saat Fabregas menarik keluar Tasos Douvikas, sehingga tim sempat bermain tanpa penyerang tengah sampai Alvaro Morata masuk di menit akhir.

Motivasi Morata

Fabregas menjelaskan bahwa Morata sangat termotivasi dan kecewa karena ingin bermain lebih banyak musim ini.

"Morata termotivasi, Anda bisa melihat sikapnya saat masuk lapangan," ujarnya melanjutkan.

"Dia tentu kecewa karena ingin bermain lebih banyak musim ini, saya juga akan kecewa jika berada di posisinya. Namun, saya selalu mengatakan yang penting adalah kualitas menit bermain Anda di lapangan, bukan kuantitasnya."

Fabregas berharap semua pemain dapat mengadopsi mentalitas tersebut mengingat banyaknya pertandingan dan aturan pergantian lima pemain saat ini.

Ia menambahkan bahwa Morata mulai kembali ke performa terbaiknya dan berperan penting bagi tim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang