Atasi Masalah Finansial, Arsenal Pertimbangkan Jual Martin Odegaard hingga Gabriel Martinelli
Langkah ekstrem tengah dipertimbangkan oleh manajemen klub Liga Inggris (Premier League), Arsenal, demi menyeimbangkan neraca keuangannya.
Meskipun tampil impresif di lapangan hijau, tim asal London Utara ini dikabarkan harus melepas sejumlah bintang utama mereka pada bursa transfer musim panas mendatang guna mematuhi regulasi Financial Fair Play (FFP).
Keputusan ini menjadi konsekuensi dari aktivitas belanja besar-besaran yang dilakukan klub di Stadion Emirates pada musim panas 2025.
Kala itu, delapan pemain baru didatangkan untuk memperkuat skuad asuhan Mikel Arteta, termasuk nama-nama besar seperti Eberechi Eze, Viktor Gyokeres, hingga Martin Zubimendi.
Keberhasilan Arsenal memuncaki klasemen sementara Liga Inggris dan menembus babak 16 besar Liga Champions musim 2025-2026 ternyata menyimpan beban fiskal yang berat.
Komitmen transfer yang mencapai 268 juta poundsterling atau setara Rp 6 triliun), ditambah kewajiban penebusan Piero Hincapie dari Bayer Leverkusen sebesar 45 juta poundsterling (Rp 1 triliun), membuat tagihan gaji pemain membengkak signifikan.
Kondisi ini memaksa Direktur Olahraga Andrea Berta untuk mengidentifikasi pemain yang bisa menghasilkan keuntungan penjualan paling tinggi.
Berdasarkan laporan The Telegraph, diskusi internal telah mengarah pada pelepasan kapten tim, Martin Odegaard, serta beberapa pilar penting lainnya.
Tumbal Cuci Gudang Musim Panas
Selain sang kapten, nama Gabriel Martinelli dan Ben White muncul sebagai kandidat kuat untuk dilego.
Martinelli, yang diboyong pada 2019 dengan harga ekonomis, dianggap memiliki nilai buku yang rendah sehingga penjualannya akan memberikan keuntungan bersih yang sangat besar bagi profitabilitas klub di Premier League.
Nasib serupa juga membayangi Kai Havertz. Pemain asal Jerman tersebut kini berada dalam situasi krusial terkait masa depan kontraknya.
Manajemen dikabarkan perlu segera memutuskan apakah akan memperpanjang masa bakti Havertz atau melepasnya selagi masih memiliki nilai tawar di pasar transfer.
Dua talenta muda lulusan akademi, Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly, juga tidak luput dari daftar jual.
Ethan Nwaneri (kiri) merayakan gol pembuka dalam pertandingan sepak bola putaran keempat Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Brighton dan Hove Albion di Stadion Emirates, di London pada 29 Oktober 2025. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)
Meskipun berisiko kehilangan aset binaan sendiri, nilai tambah dari penjualan pemain akademi dianggap sangat membantu dalam memenuhi kepatuhan kendali biaya UEFA.
Masa Depan Mikel Arteta
Di tengah upaya perampingan skuad ini, muncul pertanyaan mengenai masa depan sang manajer.
Kontrak Mikel Arteta akan menyisakan satu tahun pada akhir musim ini, dan keputusan mengenai perpanjangan kontraknya akan segera diambil.
Seorang narasumber internal mengungkapkan urgensi dari langkah penjualan ini kepada The Telegraph.
Arsenal disebut harus menjual setidaknya satu pemain tim utama musim panas ini karena klub tersebut harus mengatasi pengeluaran besar tahun lalu yang telah membantu tim Mikel Arteta berada di puncak klasemen Premier League dengan delapan pertandingan tersisa.
Meskipun pendapatan klub diprediksi melonjak hingga £690,3 juta berkat performa apik di berbagai kompetisi, pengeluaran agresif di tahun fiskal sebelumnya tetap menuntut adanya arus kas masuk dari aktivitas perdagangan pemain.
Kini, para pendukung setia di Stadion Emirates hanya bisa menanti siapa saja bintang yang akhirnya harus angkat kaki demi menjaga stabilitas finansial Arsenal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang