Rujuk karena Kasihan? Psikolog Ingatkan Risiko Besar dalam Hubungan

hubungan yang sehat, hubungan jangka panjang, tekanan emosional, menjalin hubungan, komitmen, Rujuk karena Kasihan? Psikolog Ingatkan Risiko Besar dalam Hubungan

Keputusan kembali menjalin hubungan hanya karena rasa kasihan dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Psikolog mengingatkan hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar kesetaraan, bukan karena salah satu pihak merasa harus menyelamatkan yang lain.

Rasa kasihan yang menjadi dasar hubungan justru berisiko memicu perasaan tidak nyaman dalam jangka panjang.

Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, S.Psi., mengatakan hubungan yang didasari rasa kasihan sering kali tidak bertahan sehat. Hal itu ia sampaikan saat dihubungi pada Senin (2/3/2026).

Hubungan tidak dibangun atas rasa kasihan

Menurut Danti, keputusan untuk kembali dalam hubungan seharusnya didasari kesiapan dan keinginan dari kedua pihak. Rasa kasihan tidak cukup kuat untuk menjadi dasar hubungan jangka panjang.

“Rujuk yang hanya didasari rasa kasihan sering kali berakhir dengan resentment atau kejengkelan yang dipendam,” ujar Danti.

Perasaan tersebut bisa muncul ketika salah satu pihak merasa terpaksa bertahan dalam hubungan.

Risiko perasaan tidak seimbang

hubungan yang sehat, hubungan jangka panjang, tekanan emosional, menjalin hubungan, komitmen, Rujuk karena Kasihan? Psikolog Ingatkan Risiko Besar dalam Hubungan

Ilustrasi pasangan. Psikolog mengingatkan keputusan kembali menjalin hubungan hanya karena kasihan dapat memicu ketidakseimbangan dan masalah emosional dalam jangka panjang.

Danti menjelaskan bahwa hubungan yang sehat membutuhkan posisi yang setara antara dua orang. Kedua pihak perlu memiliki peran yang seimbang dalam hubungan.

Jika hubungan dibangun atas dasar kasihan, posisi tersebut bisa menjadi tidak seimbang. Salah satu pihak dapat merasa menjadi penolong, sementara pihak lain merasa bergantung.

“Hubungan yang sehat membutuhkan dua orang yang berdiri sejajar, bukan satu orang yang menjadi ‘penyelamat’ bagi yang lain,” kata Danti.

Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan emosional dalam hubungan.

Pentingnya kesadaran dalam mengambil keputusan

Menurut Danti, keputusan untuk kembali menjalin hubungan perlu dipertimbangkan dengan matang.

Rasa empati memang penting dalam hubungan, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya alasan untuk bertahan.

Hubungan yang sehat memerlukan komitmen, kesiapan emosional, dan komunikasi yang baik dari kedua pihak.

Memahami alasan sebenarnya dalam mempertahankan hubungan dapat membantu pasangan membangun relasi yang lebih sehat dan seimbang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang