Bali United Kena Denda PSSI Paling Besar Rp250 Juta, Ini Pelanggarannya

Bali United
Bali United

Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merilis hasil sidang disiplin yang digelar pada 17, 18, 19, 20, 25, dan 26 Februari 2026. Sejumlah klub, pemain, dan ofisial dijatuhi sanksi atas berbagai pelanggaran yang terjadi di kompetisi sepak bola nasional.

Dari seluruh keputusan tersebut, klub Bali United FC menjadi pihak yang menerima denda terbesar dalam sidang kali ini, yakni mencapai Rp250 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sanksi tersebut berkaitan dengan pertandingan antara Bali United FC melawan Persija Jakarta pada 15 Februari 2026 dalam kompetisi BRI Super League. Dalam laga tersebut, Komdis PSSI mencatat adanya penyalaan flare dan kembang api oleh suporter Bali United.

Berdasarkan laporan pertandingan, sekitar 10 flare dan kembang api dinyalakan dari Tribun Utara, sementara lima flare lainnya berasal dari Tribun Timur sisi selatan. Aksi tersebut membuat Bali United dijatuhi denda sebesar Rp250 juta.

Komdis PSSI

Selain itu, suporter Bali United juga tercatat melakukan pelemparan air minum kemasan ke area lapangan dari Tribun Timur. Insiden tersebut membuat klub kembali dikenai sanksi tambahan berupa denda Rp30 juta.

Masalah lain juga terjadi pada aspek penyelenggaraan pertandingan. Panitia pelaksana pertandingan Bali United dinilai gagal menjaga ketertiban dan keamanan stadion setelah terdapat suporter dari Tribun Utara yang melepas dan melempar kursi tribun ke dalam area lapangan.

Akibat pelanggaran tersebut, panitia pelaksana pertandingan Bali United dikenai sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton selama dua laga kandang serta denda sebesar Rp40 juta.

Dalam pertandingan yang sama, klub Persija Jakarta juga terkena sanksi denda Rp25 juta karena adanya suporter Persija yang hadir di stadion sebagai suporter tim tamu, yang melanggar regulasi kompetisi.

Selain kasus Bali United, Komdis PSSI juga menjatuhkan sejumlah denda kepada klub lain di kompetisi BRI Super League. Klub Persita Tangerang didenda Rp50 juta karena terdapat anggota keluarga pemain yang memasuki area lapangan tanpa menggunakan kartu identitas setelah pertandingan melawan PSBS Biak.

Klub Semen Padang FC juga mendapat dua sanksi berbeda. Pertama denda Rp50 juta karena empat pemain dan satu ofisial mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan melawan Malut United. Selain itu, klub juga dikenai denda Rp30 juta akibat suporter dari Tribun Utara menyanyikan yel-yel yang menghina perangkat pertandingan.

Sementara itu, klub Persebaya Surabaya juga dikenai denda Rp25 juta karena adanya suporter tim tamu yang hadir saat laga melawan Persijap Jepara. Suporter Persebaya juga terlibat dalam insiden saling lempar air kemasan di tribun VIP 2 yang membuat klub kembali didenda Rp30 juta.

Di sisi lain, klub Persijap Jepara juga menerima denda Rp30 juta akibat suporter mereka dari Tribun Selatan yang terlibat dalam insiden saling lempar air kemasan dalam pertandingan yang sama.

Komdis PSSI juga memberikan sanksi kepada klub Persis Solo sebesar Rp60 juta setelah beberapa suporter turun dari tribun dan memasuki lapangan sekitar 30 menit setelah pertandingan berakhir saat para pemain melakukan parade kepada penonton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, sejumlah pemain juga mendapatkan hukuman tambahan larangan bermain dan denda setelah menerima kartu merah karena tindakan kasar, seperti menginjak, menanduk, atau memukul pemain lawan.

Keputusan ini menjadi bagian dari upaya PSSI untuk menegakkan disiplin serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan di berbagai level kompetisi sepak bola Indonesia.