Ngeri! Mikroplastik Ternyata Sudah Masuk Tubuh Manusia Sejak Dalam Kandungan

Ilustrasi janin.
Ilustrasi janin.

Paparan mikroplastik kini menjadi perhatian serius di tingkat global. Partikel plastik berukuran sangat kecil ini ternyata tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga telah menyusup ke hampir seluruh aspek kehidupan manusia tanpa disadari.

Temuan terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik bahkan bisa masuk ke dalam tubuh manusia sejak sebelum lahir. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru terkait dampak jangka panjang terhadap kesehatan, meski penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebuah laporan terbaru yang didukung oleh Plastic Soup Foundation dan Flotilla Foundation mengungkap bahwa mikroplastik mengintai di setiap sudut kehidupan manusia dan terpapar secara terus-menerus, baik di dalam rumah maupun di luar ruangan.

“Mikroplastik bersifat menyebar luas, melimpah, tidak terlihat, membawa campuran bahan kimia, dan mengintai di setiap sudut kehidupan kita, dimulai bahkan sebelum kelahiran,” tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip dari Forbes, Selasa, 14 April 2026.

Penelitian ini menganalisis lebih dari 350 studi ilmiah dan menemukan bukti kuat bahwa pelepasan mikroplastik terjadi di berbagai aspek kehidupan. Sumber paparan ini mencakup makanan, lingkungan dalam ruangan, aktivitas luar ruangan, produk anak-anak, hingga produk perawatan pribadi dan kesehatan.

Salah satu temuan yang mengejutkan adalah potensi paparan mikroplastik di fasilitas medis. Partikel plastik disebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai perangkat medis, seperti kateter jantung, implan silikon, hingga cairan infus.

Dalam kondisi tertentu, paparan mikroplastik di ruang operasi bahkan tercatat mencapai hingga 9.258 partikel per meter persegi dalam satu shift. Selain itu, bayi prematur yang menerima nutrisi melalui infus diperkirakan dapat terpapar hingga 115 partikel mikroplastik dalam waktu 72 jam hanya dari sistem infus.

Produk sehari-hari juga menjadi sumber paparan yang signifikan. Mainan anak-anak, seperti balok bangunan dan alas bermain, termasuk dalam daftar yang berpotensi melepaskan mikroplastik. Bahkan cat dinding rumah pun disebut dapat menjadi sumber partikel plastik saat mengalami pelapukan atau pengikisan.

Dalam laporan tersebut, satu lapisan cat yang diaplikasikan pada area seluas 100 meter persegi diperkirakan mengandung antara 17 hingga 68 kuadriliun partikel polimer.

Penulis laporan, Dr. Heather Leslie, berharap temuan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia mengatakan bahwa masih banyak alternatif bahan non-plastik yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kehati-hatian. “Risiko kesehatan yang terkait dengan mikroplastik masih belum pasti tetapi secara ilmiah masuk akal, oleh karena itu bijaksana untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dan membatasi paparan sambil kita memahami gambaran lengkapnya,” ujarnya.

Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak panik. “Ada banyak kepentingan yang terlibat, tetapi saya akan mengatakan jangan panik. Lakukan saja hal-hal yang masuk akal bagi Anda,” kata Dr. Leslie.

Sementara itu, Direktur riset plastik laut dari Ocean Conservancy, Dr. Britta Baechler, menyebut laporan ini sebagai pengingat yang menakutkan tentang luasnya polusi mikroplastik.

Ia menambahkan bahwa penelitian lain menunjukkan mikroplastik ditemukan di hampir 90 persen sampel makanan berprotein, dan manusia bisa mengonsumsi hingga 3,8 juta partikel mikroplastik per tahun hanya dari sumber tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Meski masih banyak yang perlu dipelajari tentang dampaknya, kita sudah tahu bahwa mikroplastik dapat membawa bahan kimia berbahaya dan bakteri serta dapat menyebabkan gangguan hormon dan kerusakan DNA,” ujarnya.

Namun, ada harapan untuk mengurangi paparan ini. Para ahli menyebut solusi sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik dan menggunakan teknologi seperti filter mesin cuci untuk mencegah pelepasan mikroplastik ke lingkungan.