Arsenal, Seni Sepak Pojok, dan Ketakutan Sepak Bola Jadi Rugbi

Arsenal, Liga Inggris, Mikel Arteta, Premier League, Arsenal, Seni Sepak Pojok, dan Ketakutan Sepak Bola Jadi Rugbi

Arsenal adalah master sepak pojok Liga Inggris. Ada yang menilai gol dari corner jadi cara jelek untuk menang, tetapi buat Mikel Arteta itu adalah permainan indah.

Sepak pojok, gol, Arsenal menang. Situasi tersebut sudah beberapa kali terulang di Liga Inggris musim ini.

Terbaru, Arsenal menang 2-1 kala menjamu Chelsea di Stadion Emirates, Minggu (1/3/2026) berkat gol William Saliba dan Jurrien Timber yang dua-duanya diawali situasi tendangan sudut.

BBC mencatat, Arsenal arahan Mikel Arteta menjadi tim yang paling jago mendulang gol dari situasi tendangan penjuru.

Tercatat tim beralias The Gunners sudah mengemas 16 gol dari skema sepak pojok, terbanyak di antara kontestan Liga Inggris 2025-2026.

Catatan pasukan Mikel Arteta musim ini sudah menyamai deretan tim yang memegang rekor gol sepak pojok terbanyak dalam satu musim Liga Inggris seperti Oldham (1992-1993), West Brom (2016-2017), dan Arsenal sendiri pada 2023-2024.

“Arsenal kembali mengandalkan bola mati. Saya pikir mereka akan memenangkannya. Jika mereka berhasil melewati garis akhir, apakah mereka akan menjadi tim juara Liga Inggris paling jelek dalam sejarah? Penampilannya tidak terlihat,” ujar Chris Sutton legenda Blackburn Rovers yang menjuarai Liga Inggris 1994-1995.

Taktik sepak pojok ala Arsenal belakangan kian mendapatkan sorotan. Saat menyambut tendangan penjuru, The Gunners biasanya akan menumpuk banyak pemain di sekitar kiper lawan.

Pergelutan di mulut gawang pun terhindarkan. Bahkan, wasit musim ini cukup sering menyetop laga untuk memperingatkan aksi saling dorong dan tarik-menarik antarpemain jelang sepak pojok diambil.

Tetapi, Arsenal bak membuktikan pendekatan semacam ini cukup efektif untuk mengais gol. Tim-tim lain pun mulai melakukan taktik serupa kala mendapatkan tendangan sudut.

Opta mencatat 138 gol di Premier League 2025-2026 berasal dari skema sepak pojok. Angka itu 17,6 persen dari total gol yang tercipta musim ini.

Arsenal, Liga Inggris, Mikel Arteta, Premier League, Arsenal, Seni Sepak Pojok, dan Ketakutan Sepak Bola Jadi Rugbi

Jurrien Timber (depan) merayakan gol dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Arsenal vs Chelsea di Stadion Emirates di London pada 1 Maret 2026. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)

Eks Wasit Berikan Pandangan

Sepanjang sejarah Premier League, musim ini memunculkan persentase gol dari corner tertinggi.

"PGMOL (badan yang menaungi dan menunjuk wasit-wasit profesional Inggris) harus mengarahkan wasit mereka untuk mengambil pendekatan tegas terhadap insiden saling dorong di area penalti dari tendangan sudut karena ini sudah menjadi lelucon," ujar eks wasit Premier League Mark Halsey, dilansir dari The Sun.

“Ini perlu ditangani secepatnya. Wasit tidak ingin terus membuat keputusan ketika mereka semua saling dorong. Ini sudah seperti rugbi."

"Ini seperti berada di Twickenham (stadion rugbi di Inggris). Jika itu berarti memberikan banyak tendangan bebas dan penalti, maka biarlah. Itulah satu-satunya cara untuk menghentikannya,” ucap Halsey menambahkan.

Sepak pojok pun sekarang dianggap sebagai salah satu jalan pintas untuk menang. Bahkan, tim mulai berlomba-lomba untuk mendapatkan tendangan sudut, sesuatu yang membuat legenda Belanda yang pernah mentas di Chelsea, Ruud Gullit, kehilangan selera menonton sepak bola.

Seni Cetak Gol via Tendangan Sudut

Kendati demikian, di mata Mikel Arteta, mencetak gol dari sepak pojok juga merupakan sebuah seni, hasil dari keringat di latihan, dan analisis yang dilakukan berulang-ulang.

Jika ada yang menganggap itu sebagai cara jelek memenangkan pertandingan, Arteta jelas berada di sisi yang berseberangan.

“Itu tidak jelek, Anda harus memainkan pertandingan yang ada untuk Anda mainkan, dan melawan Chelsea, Anda tahu persis pertandingan seperti apa yang akan Anda jalani.”

“Bagi saya, itu adalah pertandingan yang indah untuk dimainkan karena ada begitu banyak kualitas dan Anda harus sangat beradaptasi dengan apa yang mereka lakukan, dan mereka juga harus melakukan hal yang sama terhadap kami, jadi perbedaannya sangat, sangat tipis, dan duel-duel di akhir yang menentukan pertandingan seperti ini,” kata Arteta kepada BBC.

Rival Arsenal di jalur juara, Man City, pun memilih tak terlalu lama menghabiskan energi untuk mengeluhkan situasi.

Mereka mencoba beradaptasi dan menerima fenomena baru yang terjadi dalam taktik tendangan penjuru.

“Saya tidak membagikannya kepada Anda. Saya sudah membagikannya kepada para pemain sejak lama," tutur pelatih Man City, Pep Guardiola, yang mengaku sudah mengantisipasi situasi pergulatan dalam tendangan sudut. 

"Apa yang terjadi di dalam dan di luar kotak penalti sepenuhnya menjadi urusan saya dan saya tidak ingin membagikannya kepada Anda,” kata Guardiola.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang