Balasan Arteta Usai Dikritik Soal Taktik Bola Mati Milik Arsenal
Mikel Arteta memberikan jawaban usai mendapat banyak kritik dari para manajer rival karena gol yang sering diciptakan Arsenal dari skema sepak pojok.
Pertandingan Arsenal vs Chelsea di Stadion Emirates, pada Minggu (1/3/2026) malam WIB menjadi sorotan usai Meriam London mencetak dua gol sekaligus dari bola mati.
Faktanya, gol tersebut menjadi yang kesembilan musim ini bagi Arsenal yang diciptakan dari skema tendangan sudut.
Beberapa komentar pedas dilontarkan oleh para pelatih yang pernah menjadi 'korban' keganasan skema Arteta tersebut.
Pelatih Everton, David Moyes, menyebut strategi Arteta itu sebagai pelopor penggunaan "seni gelap".
Sementara itu, pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, menyerukan aturan yang lebih ketat terkait bola mati dan mengkritik Arsenal karena mengulur waktu.
Hurzeler, mengatakan jika Meriam London terkadang menunggu "lebih dari satu menit" untuk mengambil tendangan sudut mereka.
Bagian dari Permainan
Mikel Arteta tak mau memusingkan komentar dari para rivalnya itu dan menilai sebagai bagian dari pekerjaan.
Ia pun menyadari jika jumlah gol Arsenal dari situasi normal tidak terlalu banyak, selain juga beberapa kali kebobolan dari bola mati.
"Saya kecewa karena kami belum mencetak lebih banyak gol dan juga kebobolan [dari bola mati]," kata Arteta dalam konferensi pers.
"Kami ingin menjadi tim terbaik dan paling dominan dalam setiap aspek permainan. Itulah arah dan tujuan tim ini."
Arteta mengatakan peningkatan ancaman dari bola mati disebabkan karena sepak bola "berkembang" dan menjadi "semakin sulit" dari perspektif taktik.
tim beradaptasi, tim-tim tahu setelah setiap rangkaian permainan apakah itu lemparan ke dalam, memulai kembali permainan, situasi lapangan terbuka setelah itu, mereka tahu persis apa yang harus mereka lakukan dan semuanya hampir man to man."
"Jadi, ini tidak akan menjadi permainan yang berbeda, kecuali kita mengubah aturannya, karena evolusi permainan memang seperti itu," ujar Arteta.
Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick, memperhatikan para pemainnya dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester United di Stadion Emirates di London pada 25 Januari 2026. (Foto oleh Ben STANSALL / AFP)
Sudut Pandang Michael Carrick
Sementara itu pelatih interim Manchester United, Michael Carrick mengatakan jika strategi Arteta di situasi sepak pojok sudah 'keterlaluan'.
Carrick langsung menyoroti aturan yang berlaku saat situasi sepak pojok terjadi.
"Belum lama ini kita diberitahu bahwa Anda tidak boleh menyentuh siapa pun di dalam kotak penalti dan itu akan diberantas," kata Carrick dalam konferensi persnya, Selasa (3/3/2026).
"Hal itu telah merambah. Keberhasilan bola mati, terutama tendangan sudut, mungkin karena kemampuannya untuk menempatkan banyak pemain berdekatan, telah membuat lebih banyak tim melakukannya karena tingkat keberhasilannya sangat tinggi."
"Bisa dimengerti mengapa ada begitu banyak tim yang melakukannya. Sebagai sebuah permainan, rasanya kita belum menemukan keseimbangan yang tepat."
Mengutip dari BBC, Arsenal unggul jauh dalam gol yang dicetak dari bola mati, termasuk penalti, dengan 21 gol dibandingkan dengan 15 gol milik Manchester United yang berada di posisi kedua.
Enam belas gol mereka musim ini, sebesar 27,6 persen berasal dari tendangan sudut. Sedangkan Tottenham berada di puncak daftar tersebut, dengan 13 dari 38 gol mereka dari tendangan sudut atau total 34,2 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang