Harga Minyak Dunia Melonjak, DPR Ingatkan Pemerintah Amankan Jalur Pasokan BBM

Komisi XII DPR, Eddy Soeparno, Harga Minyak Dunia Melonjak, DPR Ingatkan Pemerintah Amankan Jalur Pasokan BBM, Mengapa diversifikasi sumber BBM menjadi penting?, Bagaimana kondisi cadangan BBM nasional?, Apa kata pemerintah?, Bagaimana dampak global terhadap harga minyak?

 Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia.

Lonjakan harga minyak dunia menjadi konsekuensi langsung dari eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam situasi tersebut, Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis dengan mengamankan sumber pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari negara alternatif selain kawasan Timur Tengah.

Mengapa diversifikasi sumber BBM menjadi penting?

Selama ini, sebagian pasokan BBM Indonesia diketahui berasal dari Saudi Aramco dan mengandalkan jalur distribusi melalui Selat Hormuz.

Ketika jalur tersebut terganggu akibat konflik, risiko terhadap ketahanan energi nasional pun meningkat.

Eddy menekankan pentingnya diversifikasi sumber impor agar Indonesia tidak bergantung pada satu kawasan.

"Yang juga penting kita lakukan diversifikasi, kita tanda tangani perjanjian dengan Amerika untuk mengimpor BBM dari Amerika. Kalau perjanjian efektif, bisa mengandalkan dari Amerika. Saya kira permasalahan untuk pasokan BBM yang dibutuhkan sehari-hari Indonesia bisa kita penuhi dari jalur lain yaitu Amerika," kata Eddy kepada Kompas.com, Selasaa (3/2/2026).

Ia mengakui bahwa opsi tersebut memiliki konsekuensi biaya.

"Yang harus diperhitungkan tentu biaya transportasinya mungkin lebih tinggi dibandingkan pembelian biasa dari Timur Tengah," lanjutnya.

Namun demikian, menurutnya, aspek keamanan pasokan harus menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global.

Komisi XII DPR, Eddy Soeparno, Harga Minyak Dunia Melonjak, DPR Ingatkan Pemerintah Amankan Jalur Pasokan BBM, Mengapa diversifikasi sumber BBM menjadi penting?, Bagaimana kondisi cadangan BBM nasional?, Apa kata pemerintah?, Bagaimana dampak global terhadap harga minyak?

Wakil Ketua MPR Fraksi PAN Eddy Soeparno usai Refleksi Akhir Tahun 2025 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Bagaimana kondisi cadangan BBM nasional?

Terkait isu cadangan BBM yang disebut hanya cukup untuk sekitar tiga minggu, Eddy menilai kondisi tersebut masih dalam batas kelaziman.

"Bukan tersisa 3 minggu berbahaya, tidak. Tetapi memang cadangan secara umumnya 3 minggu," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa situasi saat ini membuat cadangan tersebut menjadi lebih krusial apabila tidak diimbangi dengan sumber pasokan alternatif.

"Ketika kita memiliki sumber yang hanya satu saja dari Timur Tengah dan belum dapat dari Amerika tentu waktu 3 minggu itu jadi kritis atau kecil volumenya dalam hal kalau kita tidak bisa mendapatkan kepastian tambahan dari sumber lainnya dalam waktu yang dekat," imbuhnya.

Apa kata pemerintah?

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa stok BBM nasional masih dalam kondisi aman.

"Masih cukup, 20 hari," kata Bahlil di Istana, Jakarta, jelang rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto terkait situasi di Timur Tengah.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada masalah terkait subsidi BBM dalam negeri meskipun konflik di kawasan tersebut terus berlangsung.

Bagaimana dampak global terhadap harga minyak?

Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia. Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak Brent naik 6,4 persen menjadi 77,57 dolar AS per barel, setelah sempat menyentuh 82,00 dolar AS.

Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat meningkat 6,2 persen menjadi 71,17 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa harga BBM di Indonesia berpotensi ikut terdampak.

Apalagi, eskalasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih berlangsung tanpa tanda-tanda mereda.

Penutupan Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik membuka skenario terburuk bagi perekonomian Indonesia.

Lonjakan harga minyak dunia berisiko mendorong kenaikan harga BBM dalam negeri dan memicu tekanan inflasi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang