Desa di Karanganyar Bagi-bagi THR Rp 500.000: Mandiri, Tanpa Koperasi Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih, Desa di Karanganyar Bagi-bagi THR Rp 500.000: Mandiri, Tanpa Koperasi Merah Putih

Pemerintah Desa Berjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bantuan tersebut diberikan kepada 1.446 kepala keluarga (KK) yang tersebar di enam dusun.

Setiap KK menerima Rp 500.000 dalam satu kali pencairan. Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 723 juta.

Penyaluran dilakukan secara bertahap pada Senin (2/3/2026) dan Selasa (3/3/2026).

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, melalui Program 3 SBS (Semua Bisa Sejahtera, Semua Bisa Sehat, dan Semua Bisa Sarjana).

"Nah, terkait dengan program ini, salah satunya untuk hari ini ini adalah program yang semua bisa sejahtera," ujar Dwi kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2026).

"Jadi, memang kita memberikan bantuan pangan kepada warga masyarakat, biasa ya berhubung ini bulan puasa mendekati hari Lebaran mereka (warga) menamainya dengan tunjangan hari raya," sambungnya.

Sumber Dana THR Murni dari PAD

Dwi menegaskan, dana yang digunakan untuk membagikan THR sepenuhnya berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD).

Anggaran tersebut bukan berasal dari Dana Desa dan tidak berkaitan dengan Koperasi Desa Merah Putih.

PAD Desa Berjo diperoleh dari aktivitas ekonomi warga, terutama sektor pertanian dan pariwisata.

Keuntungan yang dihasilkan kemudian dibagi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemerintah desa.

"Dari hasil bagi hasil BUMDes dengan Pemerintah Desa. Bukan (Dana Desa). Tidak ada kaitannya," jelas Dwi.

Sementara itu, Sekretaris Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo, menjelaskan bahwa proses penyaluran diawali dengan pendataan dan verifikasi.

Pendataan dilakukan mulai dari tingkat RT, kemudian direkap di tingkat kepala dusun, dan diverifikasi oleh tim desa. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian data penerima.

"Jadi pada hari ini penerimaan itu sudah melalui tahapan yang sudah sesuai," jelas Wahyu.

Ia menjelaskan, penyaluran THR diberikan secara tunai agar dana diterima utuh oleh warga serta menghindari potensi kendala apabila disalurkan dalam bentuk barang.

Pada hari pertama, penyaluran dilakukan secara seremonial oleh Bupati Karanganyar dan Wakil Bupati Karanganyar. Sementara hari kedua dilanjutkan untuk pembagian kepada warga lainnya.

"Itu dilakukan secara tertib, masyarakat membawa undangan, kemudian kita juga memberikan data lampiran berupa KK, kemudian juga KTP itu kita rujuk," jelasnya.

Wahyu menambahkan, BUMDes Berjo memiliki dua unit usaha utama, yakni pariwisata dan simpan pinjam.

Unit pariwisata mengelola dua destinasi, yaitu Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda.

Keuntungan bersih dari unit-unit tersebut dibagi untuk pendapatan desa dan pengembangan usaha wisata.

Seluruh pengelolaan dilakukan secara mandiri dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat, tanpa kerja sama dengan pihak ketiga.

Warga Bahagia Terima THR

Beberapa warga yang menerima THR mengaku bahagia dengan pencairan THR dari Pemdes Berjo.

Pono (53) mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Berjo yang sudah memperhatikan warganya dengan membagikan THR.

Ia mengaku, dirinya sudah menerima THR dari pihak pemdes sejak 2024.

"Semoga ke depannya Berjo lebih berkah, melimpah, dan barokah," katanya.

Sementara itu, warga Berjo lainnya, Marwan, mengaku THR yang sudah diberikan akan dipakai untuk kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

"THR-nya keluar, terima kasih. Berjo, untuk semuanya, warga sejahtera, Indonesia merdeka, matur nuwun," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang