Jenazah Margaret Aliyatul Maimunah Akan Dibawa ke Jombang Usai Disemayamkan di PBNU

Dunia pergerakan perempuan dan perlindungan anak Indonesia berduka. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026).
Wanita yang akrab disapa Ning Liya ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh perwakilan PP Fatayat NU, Eli Rosyidah, melalui pesan singkat.
Rencana Pemakaman di Jombang
Pihak keluarga dan organisasi telah menyusun rencana penghormatan terakhir bagi almarhumah. Sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, jenazah akan disemayamkan di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta.
"Dari RS Fatmawati akan disemayamkan di PBNU, setelah itu langsung dibawa ke Jombang," tulis keterangan resmi yang diterima.
Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipilih sebagai tempat peristirahatan terakhir mengingat daerah tersebut merupakan tanah kelahiran sekaligus basis perjuangan keluarga besar almarhumah.
Ucapan Duka dari Khofifah Indar Parawansa
Wafatnya Ning Liya meninggalkan kesedihan mendalam bagi tokoh-tokoh NU, termasuk Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa. Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah mengenang almarhumah sebagai sosok yang gigih.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Ning Margaret Aliyatul Maimunah. Beliau selama ini berjuang tanpa henti dalam perlindungan anak sebagai Ketua KPAI," ujar Khofifah dalam keterangannya, Minggu.
Khofifah juga memuji dedikasi Ning Liya yang dinilai tegas namun penuh kasih dalam membela hak-hak perempuan.
"Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pelayan masyarakat yang rendah hati dan berdedikasi tinggi. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau," pungkasnya.
Profil dan Rekam Jejak Margaret Aliyatul Maimunah
Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah saat ditemui di Universitas Atma Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).
Margaret Aliyatul Maimunah lahir di Jombang pada 11 Mei 1978. Ia merupakan putri kedua dari pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah Aziz Bisri. Pendidikan dasarnya hingga menengah diselesaikan di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang.Berikut adalah biodata dan rekam jejak aktivisme almarhumah:
Pendidikan:
- S1 IAIN Sunan Ampel Surabaya.
- S2 Program Studi Kajian Wanita, Universitas Indonesia (Lulus 2009).
Karier Organisasi:
- Ketua Umum PP Fatayat NU (2022–2027).
- Ketua Umum PP IPPNU (2009–2012).
- Sekretaris Umum PP Fatayat NU (2015–2020).
- Aktif di PMII sejak masa kuliah di Surabaya.
Kontribusi Legislasi:
Terlibat aktif sebagai Tenaga Ahli DPR RI (2008–2017) dalam penyusunan UU Pengelolaan Zakat, UU Pengelolaan Keuangan Haji, hingga protokol opsional terkait perlindungan anak dari prostitusi dan pornografi.
Konsistensi pada Isu Perempuan dan Anak
Sepanjang hayatnya, Ning Liya dikenal sebagai peneliti yang tajam di Women Research Institute. Ia melakukan riset mendalam di berbagai daerah seperti NTT hingga Bali mengenai isu poligami, buruh perempuan, pekerja anak, hingga kesehatan reproduksi.
Ia juga mewariskan pemikirannya melalui buku-buku seperti Perempuan Berdaya Nusantara Jaya (2015) dan Balada Buruh Perempuan (2008).
Kini, sang pejuang dari Jombang itu telah tiada, namun warisan pemikirannya dalam memperjuangkan hak-hak anak melalui KPAI dan pemberdayaan perempuan di Fatayat NU akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Sosok Ketum PP Fatayat NU di Mata Gubernur Jatim Khofifah: Pemimpin Tegas Penuh Kasih
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang