Deretan Bisnis Tyas Usai Terima Beasiswa LPDP, Mana yang Paling Disorot?
Nama Dwi Sasetyaningtyas belum surut dari pemberitaan. Perempuan yang akrab disapa Tyas itu menjadi sorotan setelah membagikan video perayaan atas status kewarganegaraan anaknya yang kini resmi menjadi warga negara Inggris.
Dalam unggahan tersebut, Tyas secara terbuka mengungkap alasannya mengupayakan sang anak memiliki paspor Inggris yang ia sebut sebagai “paspor kuat”. Ia bahkan menuliskan kalimat yang memicu perdebatan luas di jagat maya. "Cukup aku saja yang WNI." Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Pernyataan itu langsung menuai kritik. Sebagian warganet menilai ungkapan tersebut terkesan merendahkan paspor Indonesia. Sorotan kian tajam ketika publik mengingat bahwa Tyas merupakan alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), program pendanaan pendidikan yang bersumber dari negara.
Meski Tyas telah menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul, perbincangan publik belum sepenuhnya mereda. Banyak pihak kemudian mengulik kiprah dan kontribusinya setelah menyelesaikan studi sebagai awardee LPDP.
Berikut sejumlah bisnis dan inisiatif yang dirintis Dwi Sasetyaningtyas usai menjadi penerima beasiswa LPDP:
Sustaination (Didirikan 2018)
Sustaination menjadi salah satu proyek bisnis yang paling dikenal dari Tyas. Berdiri sejak 2018, platform ini mengusung konsep e-commerce sekaligus komunitas yang berfokus pada gaya hidup ramah lingkungan.
Melalui Sustaination, masyarakat bisa menemukan berbagai produk penunjang gaya hidup minim sampah atau zero waste. Produk yang ditawarkan antara lain peralatan makan pakai ulang, pembalut kain, hingga produk perawatan tubuh berbahan alami.
Tak hanya menjual produk, Sustaination juga membawa misi edukasi. Tyas aktif mengampanyekan isu lingkungan melalui konten digital serta kolaborasi komunitas yang mendorong perubahan gaya hidup lebih berkelanjutan.
BisnisBaikClub
Tak berhenti pada isu lingkungan, Tyas juga merancang wadah pemberdayaan ekonomi bernama BisnisBaikClub. Platform ini difokuskan sebagai ruang belajar bisnis bagi para ibu agar dapat menghasilkan pendapatan dari rumah.
Konsep yang diusung bukan sekadar mengejar keuntungan finansial, tetapi juga membangun usaha yang berdampak sosial dan ramah lingkungan. Prinsip tersebut selaras dengan nilai keberlanjutan yang diterapkan dalam Sustaination.
Cerita Kompos
Selain bisnis berbasis e-commerce, Tyas juga menginisiasi gerakan edukatif bertajuk Cerita Kompos. Platform media sosial ini bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada pengelolaan sampah organik.
Melalui Cerita Kompos, ia membagikan pengalaman serta tips praktis bagi pemula yang ingin memulai proses pengomposan di rumah. Konten yang disajikan umumnya bersifat aplikatif dan mudah dipraktikkan, sehingga menyasar keluarga muda maupun ibu rumah tangga.
Inisiatif ini memperlihatkan konsistensi Tyas dalam mengangkat isu pengurangan sampah dari skala rumah tangga.