Catatan Agenda Kerja Verrell Bramasta Selama 2025, Mana yang Paling Disorot?

Verrell Bramasta
Verrell Bramasta

 Menjelang akhir 2025, Anggota DPR RI Fraksi PAN sekaligus anggota Komisi X, Verrell Bramasta, telah melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan isu pendidikan, kepemudaan, olahraga, kebencanaan, hingga riset nasional. Sepanjang tahun, ia terlibat dalam sejumlah agenda yang menunjukkan pola kerja berbasis kunjungan lapangan, advokasi, dan partisipasi dalam forum formal.

Pada Januari 2025, Verrell menginisiasi revitalisasi PAUD Az-Zahra sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan usia dini. Inisiatif ini menjadi salah satu program awal yang ia dorong terkait penguatan fondasi sumber daya manusia. Scroll untuk info lebih lanjut, yuk!

Memasuki Februari, ia menyampaikan dukungan terhadap naturalisasi pemain tim nasional sebagai langkah yang dinilai dapat memperkuat prestasi olahraga. Pada Maret, ia meninjau lokasi banjir di Babelan, Bekasi, untuk melihat langsung kondisi di lapangan serta meninjau penyaluran bantuan.

Dalam Parlemen Pelajar 2025 pada April, Verrell menekankan pentingnya peran generasi muda dalam dinamika kebangsaan.

“Generasi muda bukan hanya penonton, tapi aktor utama perjalanan bangsa,” tegasnya di hadapan peserta kegiatan.

Pada Mei, dalam Konferensi Parlemen Negara-Negara OKI (PUIC) ke-19, ia menyoroti peran ruang digital dalam demokrasi dan isu kemanusiaan.

“Media sosial hari ini telah menjadi pilar kelima demokrasi. Dari sanalah dukungan untuk Palestina dapat terus disuarakan,” ujarnya.

Juni ditandai dengan peluncuran Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) di Karawang sebagai instrumen untuk memetakan kerentanan desa-desa produsen pangan terhadap perubahan iklim. Pada Juli, ia menyerap aspirasi atlet SEA Games dan atlet disabilitas NPCI Bekasi mengenai kebutuhan mereka.

Agustus dan September diisi dengan rangkaian program terkait kepemudaan, serta partisipasinya dalam Fun Paralympic Karawang 2025. Dalam rapat Komisi X periode yang sama, ia menyoroti dinamika budaya digital.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika ‘crab mentality’ terus menggerogoti 64 juta pemuda Indonesia,” ucapnya.

Pada Oktober, Verrell melakukan kunjungan dapil untuk memantau progres revitalisasi sekolah dan PAUD yang diklaim telah mencapai sekitar 80 persen. November ditutup dengan penyaluran bantuan alat olahraga dan dukungan fasilitas latihan bagi atlet dayung Purwakarta selama satu tahun.

Desember menjadi penutup rangkaian kegiatan tahunannya dengan kunjungan ke BRIN Cibinong. Di sana, ia menyoroti kebutuhan percepatan hilirisasi riset serta penguatan digitalisasi aset ilmiah.

“Hilirisasi dan digitalisasi bukan lagi opsi, tetapi kebutuhan. Riset harus bergerak dari laboratorium menuju masyarakat,” katanya.

Menutup 2025, Verrell menyatakan bahwa arah transformasi yang ia dorong berkaitan dengan perubahan budaya kerja, perluasan akses, dan pemerataan.

“Transformasi bangsa dimulai dari keberanian mengubah budaya, memperluas akses, dan memastikan keadilan sampai akar,” ujarnya.