Jangan Asal Kasih! Ini Aturan Pemberian Angpao Imlek yang Bikin Rezeki Makin Lancar
Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan berbagai tradisi penuh makna, salah satunya adalah pemberian angpao. Tradisi ini bukan sekadar membagikan uang dalam amplop merah, melainkan bagian dari simbol keberuntungan, doa, dan harapan baik untuk menyambut tahun yang baru.
Dalam budaya Tiongkok, angpao memiliki aturan dan etika tertentu yang dijaga secara turun temurun.
Menurut berbagai referensi budaya, tradisi angpao atau hongbao telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi elemen penting dalam perayaan Imlek di Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, hingga komunitas diaspora Tionghoa di berbagai negara.
Agar tidak keliru, berikut aturan angpao dalam tradisi Imlek yang perlu Anda pahami.
Apa Itu Angpao?
Angpao dikenal sebagai Hongbao dalam bahasa Mandarin dan sering disebut red envelope dalam literatur internasional. Amplop berwarna merah ini diisi uang dan diberikan sebagai simbol keberuntungan, perlindungan dari energi negatif, serta doa agar penerima memperoleh kemakmuran di tahun yang baru.
Warna merah dipilih karena dalam budaya Tiongkok melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan perlindungan dari nasib buruk.
Siapa yang Memberi dan Menerima Angpao?
Dalam tradisi Imlek, aturan utama angpao berkaitan dengan status sosial dan usia. Umumnya, orang yang sudah menikah memberikan angpao kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah. Prinsip ini berlaku meskipun usia penerima lebih tua, asalkan selama ia belum menikah.
Selain dalam keluarga, angpao juga bisa diberikan oleh atasan kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi dan doa keberuntungan untuk tahun kerja yang baru. Tradisi ini banyak dijumpai di perusahaan di Tiongkok dan wilayah dengan komunitas Tionghoa yang kuat.
Aturan Nominal Uang dalam Angpao
Pemilihan nominal uang dalam angpao juga tidak dilakukan secara sembarangan. Dalam budaya Tiongkok, angka memiliki makna fonetik tertentu.
Jumlah uang biasanya menggunakan angka genap karena dianggap membawa keseimbangan dan keberuntungan. Angka 8 sangat populer karena pelafalannya dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata yang berarti kemakmuran. Sebaliknya, angka 4 dihindari karena bunyinya menyerupai kata kematian.
Besaran nominal juga disesuaikan dengan hubungan antara pemberi dan penerima. Semakin dekat hubungan keluarga, biasanya semakin besar jumlah yang diberikan. Namun esensi utamanya tetap pada makna dan doa, bukan semata nilai uang.
Gunakan Uang Baru dan Rapi
Etika lain dalam aturan angpao adalah menggunakan uang kertas baru atau setidaknya dalam kondisi rapi dan tidak terlipat kusut. Uang baru melambangkan awal yang bersih dan harapan baik untuk perjalanan di tahun yang baru.
Memberikan uang lusuh atau tidak layak dianggap kurang sopan dalam konteks tradisi ini.
Cara Memberi dan Menerima Angpao
Angpao sebaiknya diberikan dan diterima dengan kedua tangan sebagai bentuk penghormatan. Gestur ini mencerminkan sopan santun dalam budaya Tiongkok.
Selain itu, penerima biasanya tidak langsung membuka amplop di depan pemberi. Membuka angpao di hadapan orang yang memberikannya dianggap kurang etis karena terkesan menilai isi berdasarkan jumlah uangnya.
Dalam beberapa keluarga, anak-anak juga diminta mengucapkan doa atau ucapan selamat Tahun Baru sebelum menerima angpao sebagai bagian dari tradisi kesopanan.
Makna Filosofis di Balik Tradisi Angpao
Tradisi angpao bukan sekadar transaksi uang, tetapi simbol transfer keberuntungan dari generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda. Dalam perayaan Imlek, angpao menjadi wujud nyata harapan akan kesehatan, kemakmuran, dan perlindungan sepanjang tahun.
Bagi Anda yang merayakan Imlek atau memiliki relasi dengan komunitas Tionghoa, memahami aturan angpao dalam tradisi Imlek menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai budaya yang telah diwariskan selama berabad-abad.