Deretan Pemain Termahal Super League 2025/2026: Thom Haye Masih Raja, Duo Borneo FC Meroket
Bursa nilai pasar pemain BRI Super League 2025/2026 mengalami perubahan. Pembaruan yang dilakukan pada 28 Mei 2026 menghadirkan sejumlah kejutan, mulai dari lonjakan harga pemain asing yang tampil sensasional hingga meningkatnya valuasi talenta lokal yang terus menunjukkan konsistensi.
Di tengah dominasi pemain impor dan naturalisasi, gelandang Persib Bandung Thom Haye masih bertahan sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia berdasarkan Transfermarkt. Namun, sorotan tidak hanya tertuju kepada pemain Timnas Indonesia tersebut.
Dua bintang Borneo FC, Mariano Peralta dan Juan Felipe Villa, menjadi nama yang paling mencuri perhatian setelah mengalami peningkatan nilai pasar signifikan berkat performa luar biasa sepanjang musim.
Thom Haye Masih yang Paling Mahal
Meski mengalami penurunan sekitar 10 persen, Thom Haye tetap menempati posisi teratas dalam daftar pemain dengan nilai pasar tertinggi di Super League musim ini. Nilainya kini berada di angka Rp15,64 miliar.
Angka tersebut seolah menjadi cerminan kontribusinya di musim debut bersama Persib Bandung. Kehadiran Haye di lini tengah menjadi salah satu faktor penting yang membantu Maung Bandung meraih gelar juara liga.
Permainan kolektif racikan Bojan Hodak memang menjadi fondasi utama kesuksesan Persib. Namun, pengalaman, visi bermain, dan kemampuan distribusi bola Thom Haye membuat lini tengah Persib memiliki dimensi berbeda dibanding para pesaingnya.
Duo Borneo FC Terbang Tinggi
Tepat di bawah Thom Haye, terdapat dua pemain Borneo FC yang sama-sama menikmati musim terbaik mereka.
Mariano Peralta menjadi salah satu pemain dengan kenaikan nilai pasar paling signifikan. Winger asal Argentina itu tampil luar biasa sepanjang musim dengan kontribusi 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan liga.
Pemain Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta
Secara keseluruhan, Peralta telah mencatatkan 69 pertandingan bersama Borneo FC dengan torehan 30 gol dan 28 assist. Statistik tersebut menjelaskan mengapa valuasinya terus melesat.
Tak kalah impresif adalah Juan Felipe Villa Ruiz. Gelandang asal Kolombia yang baru menjalani musim debutnya di Super League langsung menjelma menjadi salah satu pemain asing paling berbahaya di kompetisi.
Dalam 31 pertandingan, Villa membukukan 13 gol dan sembilan assist. Kemampuannya dalam mengatur ritme permainan ditambah kualitas eksekusi bola mati yang di atas rata-rata membuatnya menjadi senjata utama Pesut Etam bersama Peralta.
Rizky Ridho Pecahkan Dominasi Pemain Asing
Gol Spektakuler Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025
Di tengah dominasi pemain asing dan naturalisasi, nama Rizky Ridho menjadi kebanggaan tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Kapten Persija Jakarta tersebut kini memiliki nilai pasar sekitar Rp11,3 miliar dan menjadi pemain lokal non-naturalisasi dengan valuasi tertinggi di Super League.
Konsistensinya bersama Persija maupun Timnas Indonesia menjadi alasan utama kenaikan tersebut. Di usia yang masih relatif muda untuk seorang bek tengah, Ridho dianggap sebagai aset jangka panjang yang nilainya masih berpotensi terus meningkat dalam beberapa musim ke depan.
Kurzawa Turun, Maxwell Justru Naik
Pemain Persija Jakarta, Emaxwell Souza
Nama besar Layvin Kurzawa tetap masuk dalam jajaran pemain elite Super League dengan nilai pasar Rp10,43 miliar. Mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan Timnas Prancis itu memang mengalami penurunan valuasi, salah satunya dipengaruhi faktor usia. Namun, kontribusinya untuk Persib Bandung tetap tidak bisa diabaikan.
Meski baru bergabung pada pertengahan musim, Kurzawa langsung memberikan dampak signifikan di lini belakang. Ia memainkan tujuh pertandingan liga dan dua laga ACL Two yang membantu Persib tampil lebih solid hingga akhirnya mengangkat trofi juara.
Sementara itu, Maxwell justru menikmati kenaikan nilai pasar setelah menjalani musim perdana yang mengesankan bersama Persija Jakarta.
Pemain yang berposisi asli sebagai winger tersebut berhasil mencetak 16 gol dan empat assist. Produktivitasnya membuat Maxwell menjelma sebagai salah satu mesin gol utama Macan Kemayoran sepanjang musim.
Selain Kurzawa dan Maxwell, terdapat tiga pemain lain yang memiliki nilai pasar serupa, yakni Eliano Reijnders dari Persib Bandung serta Thijmen Goppel dan Teppei Yachida dari Bali United.
Beckham Putra dan Dony Tri Jadi Masa Depan Timnas
Pemain Persib Bandung Beckham Putra
Dua nama pemain muda Indonesia juga berhasil mendapatkan peningkatan nilai pasar berkat performa konsisten sepanjang musim. Dony Tri Pamungkas menjadi salah satu pemain muda paling berharga saat ini. Bek kiri Persija Jakarta itu tampil matang meski harus bersaing dengan pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Shayne Pattynama.
Sepanjang musim, Dony tampil dalam 26 pertandingan dan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Penampilannya yang stabil bahkan membuatnya mulai mendapat kepercayaan di level Timnas Indonesia.
Sementara itu, Beckham Putra kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu produk akademi terbaik yang dimiliki Persib Bandung.
Pemain kelahiran Bandung tersebut tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi bagian penting dalam perjalanan Persib menuju gelar juara. Salah satu momen paling berkesan adalah gol yang ia cetak ke gawang Persija Jakarta pada putaran pertama.
Setelah mencatatkan 175 pertandingan, 18 gol, dan 22 assist bersama tim senior Persib, Beckham mulai memetik hasil dari kerja kerasnya lewat peningkatan nilai pasar yang terus bergerak naik.
Pembaruan nilai pasar musim ini menunjukkan bahwa Super League semakin kompetitif. Pemain asing masih mendominasi daftar teratas, tetapi kemunculan nama-nama seperti Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, dan Beckham Putra menjadi sinyal positif bahwa kualitas pemain lokal Indonesia semakin diperhitungkan.