Kata Berkelas Bojan Hodak Usai Jadi Pelatih Terbaik 3 Musim Beruntun Super League
Dominasi Persib Bandung dalam tiga musim terakhir mendapat pengakuan. Sang arsitek tim, Bojan Hodak, resmi dinobatkan sebagai pelatih terbaik BRI Super League 2025/26 setelah sukses mengantar Maung Bandung meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Penghargaan tersebut menjadi yang ketiga secara berturut-turut bagi pelatih asal Kroasia itu sejak pertama kali menangani Persib pada musim 2023/24. Artinya, selama menukangi Maung Bandung, Bojan selalu menutup musim dengan trofi juara sekaligus gelar pelatih terbaik.
Meski kembali mendapat penghargaan individu bergengsi, Bojan memilih merendah. Ia menegaskan keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah kolaborasi seluruh elemen klub.
“Lihat, tentu bagus bagi saya untuk menjadi pelatih terbaik. Tapi mengenai ini, ini bukan hanya berkat saya seorang. Ini ada andil dari manajemen, pemain, staf dan juga suporter klub, semua memiliki bagian atas hal ini,” ungkap Hodak dalam keterangan yang dikutip ILeague.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak
Bagi Bojan, penghargaan individu tidak akan pernah hadir tanpa dukungan pemain di lapangan, staf pelatih di belakang layar, manajemen yang memberikan kepercayaan, serta dukungan suporter yang terus mengawal perjalanan tim.
Pengakuan tersebut sekaligus menjadi penutup manis perjalanan Bojan sebagai pelatih kepala Persib. Musim depan, pria berusia 55 tahun itu tidak lagi berdiri di pinggir lapangan sebagai nahkoda utama.
Persib telah menyiapkan babak baru dengan menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih kepala untuk musim 2026/27. Namun, Bojan tidak benar-benar meninggalkan klub karena akan menjalani peran baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor.
Dalam posisi tersebut, ia tetap terlibat dalam proses pembangunan tim dan menjaga fondasi yang sudah dibangun selama tiga musim terakhir. Menariknya, Bojan cukup optimistis kekuatan Persib tidak akan banyak berubah meski terjadi pergantian pelatih. Menurutnya, mayoritas pemain inti masih akan bertahan.
“Mayoritas dari mereka, mungkin 80 persen akan bertahan. Ketika berada di peringkat pertama, kami tidak perlu melakukan banyak perubahan. Mungkin tidak akan seperti musim lalu karena tim-tim lain membidik pemain kami,” urainya.
“Tahun ini, saya rasa kebanyakan dari pemain masih memiliki kontrak. Jadi mungkin bisa saya katakan sebanyak 80 persen akan bertahan,” sambung Hodak.
Meski demikian, manajemen Persib tetap berencana mendatangkan sejumlah pemain baru. Langkah itu dilakukan karena Maung Bandung akan menghadapi jadwal yang jauh lebih padat musim depan dengan tampil di empat kompetisi berbeda.
Warisan Besar Bojan Hodak di Persib
Keputusan Bojan meninggalkan kursi pelatih kepala menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah Persib Bandung. Saat pertama kali diperkenalkan pada 26 Juli 2023, situasi Persib jauh dari kata ideal. Tim saat itu tercecer di papan bawah setelah hanya mengumpulkan tiga poin dari empat pertandingan awal Liga 1 2023/24.
Namun, kedatangan Bojan langsung membawa perubahan signifikan. Pengalamannya yang panjang di Asia membuat Persib perlahan bangkit hingga akhirnya keluar sebagai juara liga pada akhir musim.
Kesuksesan itu berlanjut pada musim 2024/25 dan 2025/26. Persib menjelma menjadi kekuatan dominan sepak bola Indonesia dengan meraih tiga gelar liga secara beruntun.
Sebelum sukses bersama Persib, nama Bojan sebenarnya sudah dikenal luas di Asia Tenggara. Ia pernah membawa Phnom Penh Crown menjuarai Liga Kamboja pada 2011, mengantar Kelantan FC menjadi kampiun Liga Malaysia 2012, hingga mempersembahkan gelar Piala AFF U-19 2018 untuk Malaysia.
Tak hanya itu, ia juga mencatatkan prestasi besar bersama Kuala Lumpur City dengan menjuarai Piala Malaysia 2021 dan membawa klub tersebut menjadi runner-up AFC Cup 2022. Setelah meninggalkan kursi pelatih kepala Persib, Bojan akan mengemban tugas baru di balik layar, warisan yang ditinggalkannya sudah terukir kuat, yaitu tiga gelar liga beruntun, kultur juara, dan fondasi tim yang diyakini masih mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.