Gempa Dangkal M 4,0 Sukabumi Picu 30 Gempa Susulan, Getaran Terasa hingga Pelabuhan Ratu

gempa susulan, gempa sukabumi, gempa bogor, badan meteorologi klimatologi dan geofisika, Gempa Dangkal M 4,0 Sukabumi Picu 30 Gempa Susulan, Getaran Terasa hingga Pelabuhan Ratu

Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,0 mengguncang wilayah perbatasan Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (20/9/2025) malam.

Meski kekuatannya tergolong sedang, gempa tersebut memicu rangkaian gempa susulan dalam jumlah signifikan hingga Minggu pagi (21/9/2025).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga Minggu (21/9) pukul 07.00 WIB sudah terjadi 30 kali gempa susulan pascagempa utama.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa dari total susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai 3,8 dan yang terkecil 1,9.

"Sedikitnya empat kejadian susulan dirasakan masyarakat," ujarnya.

Gempa ini berdampak di dua wilayah utama, yakni perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.

BMKG menyebutkan getaran cukup dirasakan masyarakat di Kampung Cipeteuy, Desa Cipeteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, serta Kampung Garejong, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Di Mana Letak Episenter Gempa Utama?

Gempa utama terjadi pada Sabtu (20/9) pukul 23.47 WIB dengan kekuatan M4,0. Episenter berada di darat, 26 kilometer timur laut Kabupaten Sukabumi, tepatnya pada koordinat 6,75 Lintang Selatan dan 106,58 Bujur Timur, dengan kedalaman 7 kilometer.

Menurut Daryono, jenis gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.

“Jenis gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” tegasnya.

Laporan resmi BMKG mencatat adanya gempa susulan sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Beberapa di antaranya adalah gempa dengan magnitudo 2,3; 2,5; 2,6; dan 3,8 di wilayah Sukabumi.

Sementara itu, di Bogor, rentetan gempa susulan terjadi mulai pukul 00.18 WIB dengan kekuatan 2,2 magnitudo, lalu disusul gempa berkekuatan 2,7; 2,5; 3,1; hingga 3,8 magnitudo pada pukul 01.59 WIB.

Getaran gempa bahkan dilaporkan terasa hingga ke kawasan Pelabuhan Ratu. Sejumlah warganet juga sempat mengunggah momen gempa di media sosial, salah satunya dengan akun bernama Deiffan di TikTok yang menulis: “Jam 01.59 (WIB) udah beberapa kali gempa, sampe ini gempa yang ke-12 kali.”

Apakah Ada Dampak Kerusakan?

BMKG menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan akibat gempa dan rangkaian susulannya. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG,” kata Daryono.

Sebelumnya, pada Jumat (19/9/2025), wilayah barat daya Kota Bogor juga diguncang gempa dengan magnitudo 2,3.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 18.58 WIB dengan pusat gempa di darat, 28 kilometer barat daya Kota Bogor, pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyebut informasi awal tersebut merupakan hasil pemodelan cepat yang masih bisa berubah seiring kelengkapan data.

Meski jumlah gempa susulan terhitung banyak, BMKG menekankan agar warga tetap waspada namun tidak panik.

Informasi resmi akan selalu diperbarui melalui kanal resmi BMKG baik di situs web maupun media sosial.

Upaya pemantauan terus dilakukan mengingat kawasan Sukabumi dan Bogor memang termasuk daerah rawan gempa akibat keberadaan sesar aktif.

BMKG juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, termasuk memastikan bangunan tempat tinggal memiliki konstruksi tahan gempa.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera keluar rumah jika merasakan guncangan kuat dan mencari area terbuka yang aman dari bangunan atau pepohonan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dan Kompas.com dengan judul "Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Kota Bogor".

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.