Dokumen Epstein Terbaru Seret Keluarga Kerajaan Inggris, Isinya di Luar Dugaan

 Keluarga Kerajaan Inggris kembali menjadi sorotan setelah nama  Andrew Mountbatten-Windsor muncul dalam Epstein Files. Dalam dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Jumat, 30 Januari, turut dimuat foto Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Duke of York.

Dalam foto tersebut terlihat mantan Pangeran Andrew berlutut merangkak di atas tubuh seorang perempuan yang terbaring di tanah. Namun bukan hanya Andrew saja, mantan istrinya Sarah Margaret Ferguson atau Sarah Ferguson dan kedua anak mereka yakni  Princess Beatrice dan Princess Eugine juga ada dalam file tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu percakapan email yang cukup mengejutkan menyebut soal “akhir pekan seks” Eugenie, yang dituliskan oleh seseorang tak dikenal dalam email kepada Epstein.

Seluruh pertukaran email tersebut terjadi setelah Epstein divonis bersalah pada 2008 atas kasus prostitusi anak di bawah umur. Meski demikian, email-email ini tidak menunjukkan adanya tindakan melanggar hukum.

Lantas apa saja isinya?Berikut sejumlah temuan dari kumpulan dokumen terbaru tersebut seperti melansir laman BBC.UK, Selasa 3 Februari 2026.

1. Permintaan Sarah untuk Dinikahi Epstein

Beberapa email menunjukkan betapa dekatnya hubungan persahabatan antara Ferguson dan Epstein. Dalam sebuah email pada 2009, Ferguson yang saat itu masih menyandang gelar Duchess of York dengan antusias memberi kabar kepada Epstein mengenai peluang bisnis dan proyek bukunya yang mulai terbuka.

 “Hanya dalam satu minggu setelah makan siang kita, rasanya energinya benar-benar berubah. Saya belum pernah merasa tersentuh oleh kebaikan seorang teman seperti saat Anda memuji saya di depan anak-anak perempuan saya. Terima kasih, Jeffrey, karena telah menjadi saudara yang selalu saya harapkan,” demikian bunyi emai itu.

Setahun kemudian, email lain dari Sarah kepada Epstein dipenuhi ungkapan kasih sayang.

“Kamu legenda. Aku bahkan tak punya kata-kata untuk menggambarkan cinta dan rasa terima kasihku atas kemurahan hati dan kebaikanmu. Xx Aku siap melayanimu. Nikahi saja aku,” tulis Sarah dalam email itu.

2. Ucapan Selamat Sarah atas Kelahiran “bayi laki-laki”

Dokumen menunjukkan adanya email yang dikirim pada September 2011 dari alamat email yang disamarkan. Email-email ini dikirim tiga tahun setelah Epstein divonis bersalah atas kejahatan seksual. Salah satu pesan ditandatangani Sarah dan menyebut The Duke. Dalam email tersebut, pengirim memberi selamat kepada Epstein atas kelahiran seorang anak.

“Aku tidak tahu apakah kamu masih memakai BBM ini, tapi aku dengar dari The Duke bahwa kamu punya bayi laki-laki.  Meski kamu tak pernah lagi berhubungan, aku tetap di sini dengan cinta, persahabatan, dan ucapan selamat atas bayi laki-lakimu. Sarah xx,” tulis email tersebut.

Delapan menit kemudian, email lanjutan dikirim.

“Kamu menghilang. Aku bahkan tidak tahu kamu akan punya bayi. Sangat jelas bagiku bahwa kamu hanya berteman denganku untuk mendekati Andrew. Dan itu sangat menyakitiku, lebih dari yang bisa kamu bayangkan,” bunyi email itu.

Tidak pernah ada konfirmasi publik bahwa Epstein memiliki anak. Namun jika informasi ini benar, anak tersebut kini kemungkinan sudah berusia remaja.

3. Soal Labeling Pedofilia

Email-email terbaru juga menunjukkan bahwa Epstein tampaknya ingin Sarah membantunya membersihkan nama.

Saat itu, Epstein dituduh telah menyalahgunakan puluhan gadis remaja antara 1999 hingga 2007. Ia membuat kesepakatan hukum untuk menghindari dakwaan federal perdagangan seks dan pada 2008 mengaku bersalah atas tuduhan yang lebih ringan di tingkat negara bagian, serta menjalani hukuman 13 bulan penjara.

Salah satu email pada Maret 2011 yang diyakini dikirim Epstein kepada tiga orang termasuk humasnya menyebutkan: “Saya pikir Fergie sekarang bisa mengatakan, saya bukan pedofil.”

Email tersebut juga menyatakan bahwa Ferguson dibohongi untuk mempercayai cerita palsu.

Epstein menyarankan agar Ferguson bisa mengatakan bahwa ia mendengar hal-hal mengerikan dan bereaksi atas dasar itu.

Sebagai balasan, humas Epstein, Mike Sitrick, menyebut mereka memiliki strategi untuk “menghentikan media menyebutmu pedofil dan menyampaikan kebenaran. Salah satunya dengan meminta Fergie menarik ucapannya”.

Sebulan kemudian, “Sarah” mengirim email ke Epstein dan menegaskan bahwa ia tidak dan tidak akan menyebutnya dengan sebutan tersebut, serta menyatakan tindakannya dilakukan untuk melindungi merek pribadinya.

4. Sarah minta uang untuk bayar sewa rumah

Pada 2009, setelah usaha bisnisnya mengalami kegagalan, Ferguson tampak menulis kepada Epstein bahwa dirinya sangat butuh 20.000 pound hari ini untuk bayar sewa.

“Pemilik rumah mengancam akan menghubungi media jika aku tidak membayar. Ada ide?” demikian bunyi email itu.

Permintaan uang ini muncul dalam rangkaian email antara Epstein dan seorang pria bernama David Stern. Stern menyalin artikel ABC News tertanggal 2 Oktober 2009 berjudul Duchess of Debt? Closure of Sarah Ferguson's Business, yang mempertanyakan kondisi keuangan Ferguson.

“Kamu punya pengkhianat,” balas Epstein, lalu memasukkan ferg ke dalam percakapan.

Ia menduga kebocoran informasi berasal dari investor yang kecewa atau pihak yang belum dibayar, dan menyarankan agar berhati-hati dalam menyikapi pertanyaan media.

“Benar,” jawab Ferguson, sambil menyebut seorang investor yang ia klaim telah melanggar perjanjian kerahasiaan.

Ia menambahkan bahwa kasus ABC dan lainnya sedang ditangani pengacaranya. Pada titik inilah ia menyebutkan kebutuhan uang untuk membayar sewa.

Di bagian lain, terdapat surat pengacara terkait kesepakatan melunasi utang serta email Epstein yang mengklaim telah membantu Ferguson secara finansial selama 15 tahun.

5. Kehidupan asmara Eugenie ikut disebut

Dalam beberapa email, nama Putri Beatrice dan Putri Eugenie juga muncul.

Salah satu email dari Epstein pada 21 Maret 2010 hanya berbunyi “ny?”. Balasannya menyebut “Belum tahu. Masih menunggu Eugenie pulang dari akhir pekan seksnya!!”

Tidak ada konteks tambahan mengenai percakapan ini, dan karena alamat email disamarkan, tidak dapat dipastikan apakah email tersebut ditulis oleh Sarah Ferguson.

Putri Eugenie adalah putri bungsu Ferguson dan Andrew Mountbatten-Windsor, dan saat ini berada di urutan ke-12 dalam garis suksesi takhta.

Ia bertemu suaminya, Jack Brooksbank, saat liburan ski di Swiss pada 2010.

Dalam email lain beberapa bulan kemudian, Epstein menanyakan apakah Beatrice dan Eugenie saat itu berusia 21 dan 20 tahun bisa “menyapa” saat ia berada di London. Ferguson menjawab bahwa Beatrice ada di London bersama Andrew, sementara Eugie sedang pergi dengan pacarnya yang keren.

Email lain menunjukkan adanya makan siang antara Ferguson, kedua putrinya, dan Epstein.

6. Akses ke lingkaran elite Inggris

Email-email terbaru kembali menunjukkan betapa luasnya akses Epstein ke kalangan elite Inggris, yang sering kali difasilitasi oleh Sarah Ferguson.

Pada 8 Februari 2010, sekretaris pribadi Pangeran Andrew, Amanda Thirsk, menulis kepada Epstein atas nama Sarah Ferguson untuk mengundangnya ke pesta ulang tahun Andrew yang ke-50 di Istana St James.

Dalam email itu disebutkan acara akan berbusana jas dan gaun koktail, serta meminta Epstein membawa hadiah, kehadiran, dan selera humornya.

Epstein juga diberi tahu bahwa ia harus menunjukkan paspor saat tiba di istana.

Tidak ada balasan Epstein dalam dokumen ini. Namun, dalam email lanjutan dari kantor Duke of York, Epstein menyatakan tidak bisa hadir.

Dalam email lain kepada manajer hedge fund Glenn Dubin pada 2009, Epstein menulis bahwa Fergie bilang dia bisa mengatur minum teh di apartemen Istana Buckingham atau Kastil Windsor.

7. Komentar merendahkan dari Epstein untuk Putri Beatrice

Meski Ferguson terlihat setia, Epstein rupanya tidak selalu berbicara baik tentangnya.

Dalam email September 2011, Epstein mengirim tautan liputan Daily Mail tentang kelulusan Putri Beatrice, disertai komentar kurang menyenangkan.

“Foto F dari Jumat. Bukan pemandangan yang paling cantik.”

Tidak ada balasan dalam dokumen tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika dibandingkan dengan pujian berlebihan Ferguson terhadap Epstein di email lain, komentar ini menjadi sangat memalukan baginya.

Sebagai catatan, disebut atau munculnya seseorang dalam dokumen ini tidak berarti adanya pelanggaran hukum. Banyak pihak lain yang namanya muncul juga telah membantah tuduhan apa pun.