Respons Purbaya ke Trenggono soal Anggaran dan Realisasi Pemesanan Kapal
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, merespons pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang mempertanyakan soal belum diterimanya pemesanan kapal dari pihak KKP ke pelaku industri galangan meskipun anggaran pembuatan kapal menurut Purbaya sudah cair.
Hal itu diutarakan Purbaya dalam acara 'Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional', yang digelar Kadin Indonesia pada Selasa, 10 Februari 2026.
Melalui Instagram @swtrenggono, Menteri KP itu mengatakan bahwa dana pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri, yakni dari pemerintah UK. Dia pun meminta Purbaya mengecek kepada bawahannya untuk menanyakan apakah benar anggaran pembuatan kapal itu sudah dikucurkan.
"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK. Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan?" sebagaimana dikutip dari Instagram @swtrenggono yang diunggah pada Selasa, 10 Februari 2026.
Unggahan di akun Instagram @swtrenggono
Terkait hal itu, Purbaya mengatakan bahwa berdasarkan info dari pengusaha galangan kapal, sampai saat ini belum ada realisasi pemesanan kapal dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke galangan, ada enggak yang di-order? Ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana," kata Purbaya di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Dia mengaku belum mendapatkan informasi soal kapan jadwal pembuatan kapal itu akan direalisasikan oleh KKP. "Mau dibikin kapan saya enggak tahu. Ya udah, enggak apa-apa," ujarnya.
Meski demikian, Purbaya tak menyangkal bahwa bisa saja data yang dimilikinya salah, meskipun dana pinjaman dari luar negeri itu nantinya juga akan melalui Kemenkeu.
"Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya katanya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap aja," kata Purbaya.
Terkait dengan total anggarannya, Purbaya juga mengaku belum mengetahuinya secara pasti karena angkanya masih berubah-ubah. "Saya enggak tahu, angkanya berubah-ubah terus,” ujar Purbaya.
Namun, Purbaya hanya menekankan bahwa berapapun total anggaran untuk pembuatan kapal tersebut, sebaiknya hal itu bisa dibelanjakan dengan cepat. Konteks percepatan belanja inilah yang sebenarnya menjadi fokus utama Purbaya dalam membahas mengenai realisasi pembuatan kapal oleh KKP tersebut.
"Yang penting gini, ketika ada program tadi, pembuatan kapal, cepat diluncurkan ke bawah, gitu aja," ujarnya.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di acara Kadin Indonesia
Diketahui, sebelumnya dalam acara 'Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional', yang digelar Kadin Indonesia pada Selasa, 10 Februari 2026, Purbaya sempat mempertanyakan soal realisasi pemesanan kapal kepada pihak galangan, karena menurutnya anggaran untuk hal itu sudah disiapkan oleh Kemenkeu.
Purbaya juga mempertanyakan kendala yang menyebabkan pemesanan kapal belum terealisasi. Sebab menurutnya, percepatan belanja itu saat ini menjadi sangat penting, guna mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026 ini. Karenanya, Purbaya menekankan bahwa anggaran yang telah dialokasikan termasuk yang bersumber dari utang, harus segera dimanfaatkan.
"Berapa dari anda yang sudah menerima order dari Kementerian Kelautan dan Perikanan? Kan aneh, enggak masuk akal, uangnya sudah gua keluarin. Ordernya enggak ada," ujar Purbaya sebagaimana dikutip dari video yang beredar, Rabu, 11 Februari 2026.