Polresta Magelang Bantah 6 Kapolsek Gagal Ujian SIM, Bukan di Jawa Tengah
Polresta Magelang membantah narasi yang menyebut enam Kapolsek di wilayahnya gagal mengikuti ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM).
Polisi memastikan informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar atau hoaks.
Ps Kasi Humas Polresta Magelang Ipda Ady Lilik Purbianto menyampaikan hal itu saat merespons beredarnya video yang memperlihatkan seorang polisi mencoba trek ujian SIM.
Video tersebut kemudian dinarasikan bahwa enam Kapolsek tidak lulus tes.
Kompas.com menemukan sejumlah unggahan video yang menarasikan enam Kapolsek di Magelang sedang mengikuti ujian SIM, tetapi tidak lulus. Video itu diunggah oleh beberapa akun media sosial, di antaranya @jabar****, @jatengter****, @rumpi****, dan @newsfr*****.
Video tersebut berasal dari salah satu media lokal di Magelang yang menarasikan bahwa enam Kapolsek mencoba mengikuti ujian SIM, namun tidak ada satu pun yang berhasil lulus.
Unggahan itu juga tidak menyertakan keterangan jelas mengenai lokasi maupun waktu kegiatan berlangsung.
"Momen kocak bikin heboh medsos: enam Kapolsek nekat uji nyali tes praktik SIM di Satpas Magelang, tapi hasilnya kompak nol besar—semua gagal total! Video dari IG @radarmagelang langsung viral, soroti lintasan super sulit yang bikin pejabat polisi pun kewalahan. Warganet ramai komentar: "Buktinya standar tinggi banget, bahkan Kapolsek aja gagal!"Insiden unik ini jadi pengingat: evaluasi ujian SIM penting agar adil buat rakyat biasa," tulis akun @jabar****.
Lokasi Video Bukan di Magelang maupun Jawa Tengah
Ady menegaskan, tidak ada kegiatan ujian SIM yang diikuti para Kapolsek di wilayah Magelang seperti yang dinarasikan dalam video.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa badge atau logo kepolisian yang dikenakan dalam video tersebut bukan berasal dari satuan di bawah Polda Jawa Tengah.
"Itu sesuai dengan yang di video untuk badge-nya itu bukan di Jawa Tengah," ujar Ady kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2026).
"Di sini tidak ada pelaksanaan seperti itu dan badge-nya yang melakukan, naik kendaraan di motor pun bukan badge-nya Jawa Tengah," sambungnya.
Ady mengaku baru mengetahui beredarnya video tersebut setelah mendapat informasi dari Kompas.com.
"Belum ada, baru ini masuk (informasinya, red)," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Bijak bermedsos jangan mudah terpancing. Pastikan dulu kebenaran berita tersebut karena di kepolisian untuk ada badge-nya atau logonya yang mengendarai. Lebih bisa memastikan informasi dan jangan terpancing hoaks," pungkasnya.
Video 6 Kapolsek Gagal Ujian SIM: Konteks Keliru
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video yang menarasikan enam Kapolsek gagal menjalani ujian SIM sudah beredar sejak 2023.
Saat pertama kali viral, unggahan di media sosial menyebutkan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi di Sragen, Jawa Tengah.
Namun, AKBP Piter Yanottama yang ketika itu menjabat sebagai Kapolres Sragen membantah narasi di media sosial.
Ia menegaskan bahwa lokasi dalam video bukan berada di wilayah hukum Sragen.
Menurut dia, kegiatan dalam video justru berlangsung di wilayah Polda Jawa Barat.
Kombes Pol Ibrahim Tompo yang saat itu menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jawa Barat juga menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan rekaman lama.
Ia menyebut polisi yang terlihat dalam video tersebut adalah Irjen Pol Suntana ketika masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Pada saat itu, Suntana tengah menghadiri peresmian Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, Jawa Barat, pada 13 Desember 2022.
"Video lama ya, zaman Pak Kapolda Irjen Suntana iseng-iseng coba motor dan trek ujian SIM," kata Ibrahim dikutip dari , Selasa (4/7/2023).
"Enggak benar (enam Kapolsek gagal ujian SIM)," sambungnya.
Dilansir dari laman resmi Korlantas Polri, Rabu (14/12/2022), Suntana memang pernah meresmikan Satpas di Cirebon pada 13 Desember 2022, sesuai tanggal yang disebutkan Ibrahim Tompo.
Satpas tersebut mampu menampung sekitar 200 peserta ujian SIM untuk mempermudah proses administrasi masyarakat.
Suntana kemudian mencoba trek angka delapan di Satpas. Namun, video tersebut dinarasikan berbeda seolah enam Kapolsek gagal mengikuti ujian SIM.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang