Apa itu Gempa Megathrust yang Terjadi di Pacitan? Seberapa Besar Ancaman Bahayanya?
Gempa bumi mengguncang Pacitan, Jawa Timur, Jumat dini hari 6 Februari 2026. Gempa yang terjadi pada pukul 01.06 WIB itu berkekuatan 6,4 magnitudo dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 58 kilometer di tenggara kota Pacitan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi yang terjadi di Pacitan dini hari tadi merupakan gempa bumi megatrhrust dengan kedalaman dangkal. Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrusting, yang menjadi ciri khas gempa pada zona subduksi megathrust selatan Jawa.
BMKG menilai gempa tersebut patut disyukuri masyarakat tidak mencapai magnitudo 7,0 karena jika kekuatannya lebih besar berpotensi memicu tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa.
Lantas apa itu gempa megathrust yang terjadi di Pacitan Jumat dini hari tadi? Megathrust adalah zona subduksi lempeng tektonik yang sangat panjang dan luas, tepatnya satu lempeng menuusup di bawah lempeng lain dan menyimpan energi besar. Menurut BMKG tekanan konvergen antar lempeng tersebut bersifat mega karena menempati wilayah sangat besar.
Sementara itu melansir laman earthquake Canada, megathrust apat memicu tsunami. Ini lantaran ketika megathrust terjadi, gerakan dorongan menyebabkan gerakan vertikal yang besar di dasar laut. Alhasil, terjadi perpindahan sejumlah besar air dan bergerak menjauh dari gerakan bawah laut hingga memicu tsunami.
Sementara itu, melansir laman BRIN, Peneliti Ahli Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, ancaman dari megathrust terbagi menjadi ancaman primer seperti goncangan gempa permukaan dan surface rupture. Kemudian ada ancaman sekunder seperti tsunami, longsor, likuifaksi, dan kebakaran.
Lokasi Megathrust
Peneliti BRIN, Rahma menambahkan, berdasarkan peta gempa 2017 yang sedang diperbarui dan diproyeksikan selesai pada akhir 2024, lokasi megathrust di Indonesia umumnya terletak di sisi barat Sumatera hingga selatan Jawa.
“Bidang megathrust ini seukuran Pulau Jawa. Bayangkan jika bergerak 20 meter secara serentak, goncangannya akan sangat besar,” jelasnya.
Di selatan Jawa, megathrust terbentang sepanjang 1.000 km dengan bidang kontak selebar 200 km, yang menghujam hingga kedalaman sekitar 60 km, dan terus mengakumulasi energi yang siap dilepas kapan saja.
“Di bawah Pulau Jawa, terdapat lempeng samudra Indo-Australia yang menghujam ke bawah selatan Jawa, sedangkan di atasnya ada lempeng kontinental. Pertemuan antara lempeng samudra dan lempeng kontinental inilah yang disebut bidang megathrust,” ungkap Rahma,