Sering Konsumsi Kopi Bisa Picu Kanker?
Kopi kerap dianggap sebagai minuman yang bermanfaat bagi kesehatan liver. Banyak ahli kesehatan dan dokter menyebut bahwa konsumsi kopi bahkan dapat membantu membalikkan kondisi fatty liver atau perlemakan hati. Berdasarkan data dari National Institutes of Health (NIH), minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat melindungi hati dari perkembangan hampir semua jenis penyakit liver.
Meski demikian, belakangan sejumlah pihak menyebarkan klaim bahwa konsumsi kopi instanyang justru menjadi pilihan banyak orang dapat menyebabkan kanker. Lantas, benarkah kopi instan bisa memicu kanker?
Terkait dengan hal ini, dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi, Dr. Shubham Vatsya, menjawab pertanyaan itu. Vatsya menyebut klaim kopi instan menyebabkan kanker sebagai mitos yang beredar tanpa konteks yang tepat. Ia menjelaskan bahwa kopi instan memang mengandung acrylamide, tetapi untuk mencapai kadar yang berbahaya, seseorang harus mengonsumsi sekitar tujuh hingga delapan sachet kopi instan dalam sehari atau meminumnya terus-menerus selama 20 hingga 25 jam sesuatu yang sangat tidak realistis, demikian dikutip dari laman Hindustan Times, Kamis 5 Februari 2026.
Ia menambahkan, dalam jumlah wajar, kopi justru dikaitkan dengan kesehatan liver yang lebih baik, risiko perlemakan hati dan sirosis yang lebih rendah, serta potensi manfaat bagi kesehatan jantung. Menurutnya, yang menentukan risiko adalah dosis, bukan rasa takut berlebihan.
Acrylamide dan kesalahpahaman yang beredar
Dr. Vatsya menyebut hubungan antara kopi instan dan kanker sebagai mitos terbesar tahun 2025. Klaim tersebut biasanya berangkat dari fakta bahwa kopi instan mengandung acrylamide, senyawa yang disebut-sebut dapat memicu kanker.
Namun, ia meluruskan bahwa meski kopi instan memang mengandung acrylamide lebih tinggi dibanding kopi seduh segar atau kopi bubuk, seseorang harus mengonsumsi sekitar delapan hingga sepuluh sachet kopi instan untuk mencapai kadar yang bersifat toksik. Sementara itu, kebanyakan peminum kopi umumnya hanya mengonsumsi dua hingga tiga sachet per hari, sehingga risiko dari acrylamide tergolong sangat kecil.
Ia juga menyoroti berbagai manfaat yang dimiliki peminum kopi hitam secara rutin, mulai dari risiko lebih rendah terkena fatty liver, fibrosis hati, sirosis, hingga kanker hati. Sebagai penutup, Dr. Vatsya menyarankan untuk mengonsumsi dua hingga empat cangkir kopi secara rutin dan tidak mudah percaya pada mitos yang beredar.