Agak Laen! Warga Pamekasan Ramai-ramai Dulang Emas di Selokan

Warga Pamekasan beramai-ramai berburu serpihan emas di selokan depan rumah
Warga Pamekasan beramai-ramai berburu serpihan emas di selokan depan rumah

 Warga di Kelurahan Parteker, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir ramai-ramai berburu serpihan emas di selokan depan rumah warga. Aktivitas menambang yang tak biasa ini pun menyita perhatian masyarakat.

Serpihan emas tersebut ditemukan warga selama tiga hari terakhir dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari butiran sangat kecil yang hampir tak terlihat kasat mata hingga berkisar antara 1 miligram sampai 3 miligram.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mendapatkan serpihan emas, warga menggunakan dulang dengan cara mengayak pasir yang berada di dasar selokan. Prosesnya dilakukan secara manual dan membutuhkan ketelitian tinggi.

Firman, warga setempat, mengatakan serpihan emas yang ditemukan umumnya berukuran sangat kecil, menyerupai pasir.

"Sudah beberapa hari di selokan selatan rumah dan memang benar ada yang menemukan serpihan emas dengan ukuran macam-macam," kata Firman

Menurut Firman, keberadaan emas tersebut diduga berasal dari sisa peleburan emas yang dilakukan oleh juragan emas di sekitar lokasi pada masa lalu.

"Dulu disitu ada juragan emas dan kemungkinan serpihan-serpihan emas itu sengaja terbuang saat selesai melebur emas murni," imbuhnya.

Selain serpihan kecil, beberapa warga juga menemukan patahan perhiasan seperti anting emas dan kalung. Hasil pencarian pun beragam. "Kalau saya dengar, hasilnya yang dicari itu ada yang sampai Rp1 juta hingga Rp3 juta," ujar Firman.

Salah satu pencari emas lainnya, Rian, mengaku pencarian serpihan emas membutuhkan kesabaran dan ketelitian karena ukurannya yang sangat kecil.

"Selama saya yang menemukan serpihan emas itu alhamdulillah cukup untuk kebutihan sehari-hari," ucapnya.

Meski demikian, Firman menegaskan hasil pencarian tidak selalu sama setiap hari. "Tidak pasti setiap dapat," paparnya.

Aktivitas pencarian serpihan emas di selokan tersebut umumnya dilakukan pada malam hari, mulai pukul 20.00 WIB hingga tengah malam karena cuaca.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena siang hari panas, kalau hujan deras juga enggak, karena air deras," pungkasnya.

Laporan: Veros Afif/tvOne Pamekasan