Bukan Cuma Hemat Listrik, Energi Surya Kini Jadi Simbol Gaya Hidup Modern

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

 Perubahan gaya hidup masyarakat modern kini tak hanya soal pilihan fashion, makanan sehat, atau rutinitas olahraga. Kesadaran akan lingkungan juga semakin menjadi bagian penting dalam keseharian. Salah satu yang mulai banyak dilirik adalah penggunaan energi surya sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Tren ini terlihat dari pertumbuhan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Baik di sektor hunian, komersial, hingga industri, energi matahari mulai menjadi pilihan yang tidak hanya efisien, tetapi juga mencerminkan gaya hidup berkelanjutan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik tren tersebut, ada peran penting banyak pihak yang bekerja di balik layar—mulai dari perencanaan hingga instalasi sistem. Kolaborasi antara berbagai pelaku industri menjadi faktor utama yang mendorong adopsi energi bersih semakin meluas.

Dalam sebuah acara apresiasi yang digelar baru-baru ini, sejumlah mitra di bidang Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) mendapat sorotan atas kontribusi mereka dalam pengembangan energi surya di Tanah Air. Mengusung semangat tumbuh bersama secara bertanggung jawab, acara ini menjadi refleksi bahwa transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang kerja sama jangka panjang.

Pertumbuhan industri ini pun cukup signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, kapasitas terpasang PLTS, baik atap maupun non-atap, menunjukkan lonjakan yang cukup pesat. Hal ini menandakan bahwa semakin banyak pihak yang mulai beralih ke energi terbarukan sebagai bagian dari kebutuhan sekaligus gaya hidup modern.

“EPC memiliki peran penting dalam memastikan setiap tahap proyek dari desain hingga konstruksi dijalankan dengan baik, sehingga sistem energi surya yang tangguh ini benar-benar terealisasi dan mendorong pertumbuhan industri secara nyata. Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan energi surya. Kami berharap penghargaan, seperti EPC Appreciation 2026 oleh Xurya, dapat memotivasi pelaku industri untuk terus berkontribusi dalam percepatan transisi energi nasional,“ ungkap Harris, S.T, M.T., Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Republik Indonesia, dalam keterangannya, dikutip Kamis 26 Maret 2026. 

Hal senada juga disampaikan oleh pihak PLN yang melihat kolaborasi ini sebagai langkah positif dalam memperluas akses energi bersih ke berbagai sektor.

“Kami mengapresiasi kerja sama Xurya dan mitra EPC dalam meningkatkan adopsi energi surya di Indonesia. Hingga kini, baik kapasitas PLTS Atap maupun PLTS Non-Atap terus mengalami pertumbuhan, menunjukkan adopsi energi surya yang semakin luas di sektor komersial, industri, dan pelanggan non-subsidi. Setiap instalasi PLTS yang berhasil diselesaikan tidak hanya menambah pasokan energi bersih, tetapi juga memperkuat kualitas, efisiensi, dan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan kolaborasi ini, kami optimistis transisi energi nasional akan semakin cepat, berkelanjutan, dan inklusif,“ tutur Ryfki Rahman, Senior Manager Pelayanan Pelanggan Retail, PT PLN (Persero).

Sementara itu, dari sisi pelaku industri, potensi energi surya di Indonesia masih sangat besar dan terus berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan akan solusi energi berkelanjutan.

“Market size EPC saat ini diperkirakan berada di kisaran USD1,4 miliar atau setara dengan Rp24,3 triliun. Dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 76 persen, kami proyeksikan market size EPC dapat mencapai US$7,9 miliar setara dengan Rp133,5 triliun pada 2030. Atau, meningkat sekitar 5 kali lipat dan hal ini mencerminkan besarnya potensi teknis akan kebutuhan mitra EPC yang berkualitas dan menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan industri PLTS Atas dan Non-Atap,“ ungkap Philip Effendy, Vice President Operations, Xurya.

Tak hanya itu, kolaborasi dengan para mitra juga menjadi fondasi utama dalam menghadirkan proyek-proyek energi surya yang nyata dan berdampak luas.

“Sampai saat ini, Xurya telah menangani lebih dari 300 proyek dengan total kapasitas lebih dari 200 MW. Hal ini tidaklah mungkin tanpa kerja sama yang solid dengan mitra EPC lokal. Mereka menjadi penghubung utama antara perencanaan dan implementasi proyek, memastikan inovasi teknologi tidak hanya berhenti di tahap konsep, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan. Tanpa peran mereka, pengembangan sistem energi surya tidak akan berjalan optimal," pungkas Philip.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi banyak orang, beralih ke energi surya kini bukan lagi sekadar keputusan teknis, melainkan bagian dari identitas. Menggunakan energi bersih dianggap sebagai langkah kecil namun bermakna untuk masa depan bumi yang lebih baik.

Di tengah meningkatnya kesadaran ini, industri energi surya pun terus berkembang, membuka peluang baru sekaligus memperkuat ekosistem yang ada. Dengan dukungan kolaborasi yang solid, bukan tidak mungkin energi bersih akan menjadi standar baru dalam gaya hidup masyarakat Indonesia ke depannya.