Bukan Sekadar Tradisi, Ini 12 Adab Ziarah Kubur untuk Pengingat Akhirat

Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai sarana untuk mengingat kematian (memento mori) sekaligus mendoakan mereka yang telah berpulang.
Namun, agar ritual ini memberikan manfaat spiritual yang optimal, seorang Muslim hendaknya memahami adab-adab yang menyertainya.
Dikutip dari buku "Adab Mandi Wajib Dan Ziarah Kubur" karya Ibnu Watiniyah terbitan Puspa Swara, Syekh Khatib asy-Syirbini dalam Tafsir as-Siraj al-Munir menjelaskan secara rinci mengenai etika berziarah.
Berikut adalah 12 adab ziarah kubur yang perlu diperhatikan:
1. Memulai dengan Berwudhu
Bagi peziarah, sangat dianjurkan untuk menyucikan diri dengan berwudhu. Meski tidak wajib, wudhu membantu menghadirkan kekhusyukan batin dan kebersihan lahiriah. Kesucian ini juga sangat mendukung terkabulnya dzikir, bacaan Al-Qur'an, dan doa yang dipanjatkan.
Saat memasuki area pemakaman, peziarah hendaknya menyapa ahli kubur dengan salam. Salah satu lafal yang dianjurkan adalah:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalâmu ’alaikum dâra qaumin mu‘minîn wa atâkum mâ tû’adûna ghadan mu‘ajjalûna, wa innâ Insyâ‘allâhu bikum lâhiqûn.
Artinya: "Semoga keselamatan tertuju pada engkau wahai rumah perkumpulan orang-orang mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok. Dan sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian."
3. Mendatangi Mayit dari Arah Wajah
Tradisi Safari Sambut Ramadhan Sambil Nyekar ke Makam-Makam Para Ulama *** Local Caption *** Tradisi Safari Sambut Ramadhan Sambil Nyekar ke Makam-Makam Para Ulama
Setelah memasuki komplek pemakaman, berdirilah di dekat kuburan yang dituju dengan posisi menghadap ke arah wajah jenazah. Posisi ini diibaratkan seperti sedang berbicara dengan mereka sewaktu masih hidup.4. Mengucapkan Salam Khusus Nama Almarhum
Selain salam umum, disarankan menyebut nama almarhum secara spesifik.
Misalnya: "Assalâmu ’alaika dâra mu‘min, (Sebutkan Nama bin Nama), wa innâ insyâ‘Allâhu bikum lâ hiqûn."
Hal ini didasarkan pada hadits Sayyidah ‘Aisyah r.ha bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Tak seorang pun yang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekatnya, kecuali saudaranya itu terhibur (dengan kedatangannya) dan menjawab (salamnya) hingga ia meninggalkan tempatnya."
5. Muhasabah Diri Mengenai Kematian
Tujuan utama ziarah adalah mengingat akhirat. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits Riwayat Tirmidzi:
"Sesungguhnya dahulu aku telah melarang kalian berziarah kubur. Sekarang telah diizinkan untuk Muhammad menziarahi makam ibunya. Maka kini ziarahilah kuburan karena yang demikian dapat mengingat kalian kepada akhirat."
Peziarah diminta membayangkan bagaimana kondisi di bawah tanah: sendirian, terpisah dari keluarga, harta tidak lagi menolong, dan hanya amal shaleh yang menjadi teman.
6. Menghadirkan Hati secara Utuh
Penting bagi peziarah untuk menyelaraskan fisik dan pikiran. Jangan sampai fisik berada di pemakaman, namun pikiran masih melayang pada urusan duniawi seperti utang atau pekerjaan.
7. Mengharap Ridha Allah SWT
Ziarah jangan hanya dijadikan aktivitas berkeliling tanpa makna. Niatkanlah semata-mata untuk menggapai ridha Allah SWT dan menjalankan sunnah Rasul-Nya.
8. Berdzikir dan Membaca Al-Qur'an
Warga menaburkan bunga diatas makam keluarganya, Kamis (7/3/2024)
Membaca surat-surat pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas sangat dianjurkan. Imam Ahmad bin Hambal menyebutkan bahwa pahala bacaan tersebut akan sampai kepada mayit jika diniatkan untuk mereka.9. Mendoakan Ahli Kubur
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menegaskan bahwa para ulama sepakat doa untuk orang meninggal adalah bermanfaat. Rasulullah SAW mengibaratkan mayit seperti orang tenggelam yang sangat membutuhkan pertolongan doa dari anak, saudara, atau temannya.
10. Memperbaiki Kualitas Hati
Ziarah menjadi momentum untuk membersihkan penyakit hati. Dengan melihat peristirahatan terakhir manusia, diharapkan iman dan takwa peziarah semakin meningkat.
11. Larangan Duduk di Atas Kuburan
Islam melarang keras duduk di atas pusara karena dianggap tidak sopan. Rasulullah SAW memperingatkan:
"Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur." (HR. Muslim).
12. Menyiram Air di Atas Pusara
Sebagai penutup ziarah, diperbolehkan menyiramkan air di atas pusara sebelum meninggalkan lokasi. Hal ini merupakan bagian dari tradisi yang memiliki sandaran hadits dari Imam Abu Dawud.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang