Mengintip Tren Peralatan Rumah Tangga di 2026, Emak-emak Wajib Tahu
Peralatan rumah tangga mungkin jarang dianggap “trendy”, tapi justru di sinilah letak kekuatannya. Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat urban, home appliances tetap jadi kebutuhan utama yang terus beradaptasi mengikuti kebutuhan zaman.
Chief Operating Officer PT Citra Kreasi Makmur, Oscar Nursalim, membagikan pandangannya soal arah tren peralatan rumah tangga di tahun 2026. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Menurut Oscar, kondisi pasar home appliances masih menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif. Ia melihat optimisme seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dan kebutuhan rumah tangga yang bersifat jangka panjang.
“Untuk peralatan rumah tangga kalau kita lihat dari brand Turbo. Sebenarnya 2025 itu ada peningkatan dari 2024. Jadi kita harapkan 2026 ini karena kayaknya dari para pengalaman bilang ekonomi akan semakin membaik,” ujarnya di acara Customer Gathering “Double is Doable” yang digelar PT Citra Kreasi Makmur (CKM) bersama TEFAL, Selasa 27 Januari 2026.

Lalu, bagaimana dengan inovasi? Oscar mengakui bahwa industri peralatan rumah tangga tidak bergerak secepat gadget. Namun justru di situlah strateginya—bukan sekadar menciptakan produk baru, melainkan membuat teknologi yang sudah ada menjadi lebih terjangkau.
“Untuk inovasi sebenarnya peralatan rumah tangga gak terlalu banyak inovasi ya. Tapi ada beberapa yang kita coba itu adalah biasa yang barang-barang lumayan harganya premium,” jelasnya.
Ia mencontohkan produk seperti pressure cooker dan rice cooker digital yang sebelumnya identik dengan harga tinggi. Kini, produsen mulai menghadirkan versi dengan harga lebih ramah di kantong agar bisa menjangkau lebih banyak keluarga.
“Kita coba menjadi lebih rendah seperti ada pressure cooker. Kita coba yang opsi lebih murahnya supaya dia bisa lebih terjangkau. Dan rasuker digital juga kita minta yang bisa lebih terjangkau.”
Dari sisi pasar, Oscar menilai Indonesia masih menyimpan peluang besar. Alasannya sederhana: peralatan rumah tangga bukan barang musiman dan jarang tergantikan oleh tren sesaat.
“Untuk potensi pasar masih besar karena untungnya peralatan rumah tangga dari tahun 40–50 sekarang masih sama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa rice cooker sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari rumah tangga Indonesia.
“Pemakai rice cooker dari penduduk Indonesia itu di atas 60 persen, tiap rumah pasti punya satu rice cooker. Jadi populasi manusia pasti potensinya besar sekali,” pungkasnya.
PT Citra Kreasi Makmur sendiri merupakan perusahaan distribusi multi-brand internasional di bidang peralatan rumah tangga yang telah berdiri sejak 1940. Berawal dari toko pecah belah, CKM kini memiliki jaringan distribusi luas dan bekerja sama dengan lebih dari 10.000 toko di seluruh Indonesia.
Dengan pengalaman panjang dan portofolio brand global seperti Philips, CKM melihat tren home appliances di 2026 akan bergerak ke arah yang lebih fungsional, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari—bukan sekadar soal teknologi, tetapi soal kenyamanan hidup.