Arsenal Mulai Tertekan di Puncak Klasemen, Arsene Wenger Soroti Masalah Lini Belakang
Tekanan perebutan gelar Liga Premier mulai terasa nyata di tubuh Arsenal. Kekalahan kandang pertama musim ini dari Manchester United 3-2 di Stadion Emirates, bukan sekadar soal hasil, tetapi juga membuka tanda tanya tentang kesiapan mental dan teknis tim asuhan Mikel Arteta dalam fase krusial.
Meski masih berada di jalur perebutan gelar dan memimpin klasemen, Arsenal kini tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. Situasi itu membuat jarak mereka di puncak terpangkas menjadi empat poin, sekaligus memberi ruang bagi Manchester City dan Aston Villa untuk terus menekan.
Pertandingan melawan Manchester United sendiri berjalan dalam atmosfer tegang. Arsenal sempat unggul lewat gol bunuh diri Lisandro Martinez, namun kesalahan di lini belakang dan dua gol dari Patrick Dorgu serta Matheus Cunha membalikkan keadaan.
MU vs Arsenal
Legenda Arsenal, Arsene Wenger, menilai masalah utama tim bukan terletak pada kurangnya motivasi, melainkan justru pada cara mereka merespons tekanan. Ia melihat Arsenal terlalu terburu-buru dalam upaya mengejar kemenangan setelah kebobolan.
“Saya yakin mereka sangat ingin memenangkan pertandingan sehingga mereka sedikit kurang sabar dalam membangun serangan dan dalam mengontrol kecepatan bola,” ujar Wenger kepada beIN SPORTS.
Menurut Wenger, keinginan besar untuk segera mencetak gol justru membuat Arsenal kehilangan keseimbangan permainan. Intensitas tinggi tidak diimbangi dengan ketenangan dan kontrol teknis yang biasanya menjadi kekuatan mereka.
“Mereka menggunakan terlalu banyak kekuatan dan kurang teknik,” katanya.
Di sisi lain, Wenger memuji pendekatan Manchester United yang dinilai lebih terstruktur. Ia menilai manajer United, Michael Carrick, mampu menemukan keseimbangan antara soliditas pertahanan dan kualitas teknik, yang akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Sorotan Wenger tidak berhenti di sektor serang. Ia juga menilai lini belakang Arsenal, yang selama ini dikenal solid, mulai menunjukkan tanda-tanda kegugupan. Untuk pertama kalinya musim ini, ia melihat duet bek tengah Arsenal tidak sedominan biasanya.
“Ini pertama kalinya saya merasa para bek tengah, William Saliba dan Gabriel, sedikit lebih gugup dan kurang dominan daripada biasanya dalam pertandingan,” ucap Wenger.
Arsenal Vs Manchester United
Ia secara spesifik menyinggung momen gol pertama Manchester United, yang berawal dari kesalahan Martin Zubimendi. Meski demikian, Wenger menilai posisi Saliba juga berperan dalam terjadinya gol tersebut.
“Saliba seharusnya tidak berada di depannya. Dia seharusnya memberikan dukungan dan tetap di belakangnya agar memiliki kesempatan untuk mempertahankan bola,” jelasnya.
Wenger menekankan bahwa kebobolan tiga gol di kandang sendiri membuat peluang untuk menang menjadi sangat kecil. Ia melihat perbedaan karakter gol kedua tim sebagai cerminan pendekatan permainan masing-masing.
“Gol-gol Manchester United tercipta berkat kerja sama tim yang baik dan kekompakan, sedangkan gol-gol Arsenal lebih ditentukan oleh perjuangan dan kekuatan dari sepak pojok, bukan permainan yang bersih,” kata Wenger.
Meski Arsenal dinilai sudah memberikan segalanya di lapangan, Wenger menilai ada satu aspek penting yang hilang, terutama di babak pertama, yakni kesabaran dan kekompakan teknis dalam membangun permainan.