Gol Menit 87 ke Gawang Arsenal Berujung Masalah, Selebrasi Emosional Matheus Cunha Diselidiki FA
Gol di menit akhir biasanya identik dengan euforia. Stadion bergemuruh, pemain berlari tanpa arah, dan selebrasi jadi pelampiasan emosi. Namun bagi Matheus Cunha, momen heroik itu justru berpotensi berubah menjadi petaka.
Penyerang asal Brasil tersebut menjadi penentu kemenangan timnya saat bertandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium. Gol yang lahir pada menit ke 87 memastikan tiga poin penting sekaligus menjadikannya pahlawan pertandingan.
Sayangnya, sorotan bukan hanya tertuju pada gol krusial tersebut. Sesaat setelah mencetak gol, Cunha berlari ke pinggir lapangan dan mengambil kamera siaran. Dalam kondisi penuh adrenalin, ia terlihat berteriak ke arah lensa. Ucapannya terekam jelas di siaran langsung dan dinilai mengandung kata kata kasar.
Momen itu bahkan membuat komentator Sky Sports, Peter Drury, langsung meminta maaf kepada penonton karena bahasa yang terdengar di layar kaca.
Diselidiki Federasi Sepak Bola Inggris (FA)
Insiden tersebut kini masuk dalam penyelidikan resmi Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Otoritas sepak bola Inggris itu dikabarkan tengah meninjau rekaman pertandingan dan siaran langsung untuk menilai apakah selebrasi Cunha melanggar aturan disiplin.
Mengacu pada ketentuan International Football Association Board (IFAB) dalam Laws of the Game, pemain dilarang melakukan tindakan atau mengucapkan kata kata yang bersifat menghina, kasar, atau ofensif. Jika pelanggaran itu terdengar langsung oleh wasit, sanksinya bisa berujung kartu merah.
Pada laga di Emirates, wasit memang tidak memberikan hukuman apa pun. Namun situasi tersebut tidak otomatis membuat Cunha lolos.
FA memiliki wewenang melakukan tinjauan pascalaga melalui bukti video, termasuk tayangan siaran televisi. Dari proses inilah, federasi bisa menjatuhkan hukuman tambahan seperti denda hingga larangan bermain meski pelanggaran tidak terdeteksi saat pertandingan berlangsung.
Kasus serupa pernah terjadi pada 2011. Saat itu Wayne Rooney tertangkap kamera mengumpat ketika merayakan gol bersama Manchester United. Walau tidak dihukum di lapangan, FA tetap menjatuhkan sanksi larangan bermain dua pertandingan.
Preseden itu membuat posisi Cunha kini berada di ujung tanduk. Ia memang menjadi penentu kemenangan timnya, tetapi selebrasi emosionalnya justru berpotensi membuatnya menepi di laga berikutnya. Jika penyelidikan FA berujung hukuman, timnya bisa kehilangan sosok penting di lini depan pada momen krusial musim ini.