Gulai Taboh, Hidangan Santan dan Ikan yang Bertapa Semalam di Dapur Tradisional Lampung

Provinsi Lampung memiliki kekayaan budaya dan kuliner khas yang sudah berumur ratusan tahun dan lestari hingga kini.
Salah satu kuliner khas Lampung adalah gulai taboh.
Gulai Taboh merupakan masakan tradisional khas Provinsi Lampung, terutama dari wilayah pesisir dan kabupaten seperti Pesisir Barat.
Kebanyakan jenis kuliner Lampung berbahan dasar ikan. Hal ini tak mengherankan, karena Lampung berbatasan dengan laut sehingga komoditas ikannya cukup melimpah.
Tak hanya ikan laut, ikan air tawar pun banyak ditemukan di Provinsi Lampung dan diolah menjadi beragam kuliner khas.
Istilah taboh
Dilansir dari laman Jadesta Kemenparekraf, gulai taboh adalah warisan dari leluhur Suku Lampung terutama di kawasan Pesisir Barat.
Hidangan ini telah menjadi bagian penting dalam budaya makan masyarakat lokal. Tidak hanya sebagai santapan sehari-hari, tetapi juga hadir dalam acara adat, perayaan keluarga, dan jamuan istimewa.
Dalam bahasa Lampung sendiri istilah “taboh” berarti santan.
Dinamakan gulai taboh karena santan menjadi bumbu atau bahan utama hidangan yang merekatkan bahan utama ikan dengan semua rempah-rempah.
Cara pembuatan gulai taboh
Gulai taboh biasanya dihidangkan secara panas dengan siraman kuah santan. Bahan utama gulai taboh bisa memakai ikan sungai atau ikan laut.
Jenis ikan sungai yang sering dipilih adalah ikan nila dan mujair, sedangkan ikan laut biasa menggunakan ikan tuna dan tongkol.
Ikan dimasak di dalam santan bersama bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan, kemudian ditambahkan gula dan penyedap.
Jika menggunakan ikan laut, maka biasanya diberi tambahan berupa kemangi, daun melinjo, kacang panjang, jagung muda dan rebung.
Sedangkan untuk ikan sungai, bahan pelengkapnya berbeda dan biasa disebut gulai taboh tapa semalam.
Proses pembuatan gulai taboh tapa semalam adalah dengan cara ikan diasapi terlebih dahulu.
Disebut "tapa semalam" karena ikan harus "bertapa" atau diasapi selama satu malam (minimal selama 6 jam) agar menimbulkan aroma dan cita rasa khas.
Setelah ikan diasapi secara sempurna, barulah ikan dimasak bersama santan dan bumbu-bumbu.
Biasanya, penjaga dapur tradisional Lampung akan menambahkan keluwak saja, tidak bersama sayuran.
Sekilas, sajian ini hampir mirip dengan sayur lodeh, namun memiliki cita rasa lebih kaya berkat campuran ikan dan bumbu-bumbu khasnya.
Chef Sopiah dari restoran makanan khas Lampung, Cikwo Resto & Coffee Bandarlampung mengatakan, daging ikan biasanya diasapi dengan menggunakan sabut dan batok buah kelapa.
Dengan cara pengasapan ini, ikan akan memiliki aroma khas yang akan berbaur unik dengan aroma rempah dan santan yang ditambahkan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang