Malaysia Desak Durian Jadi Buah Nasional, DMA: Itu Identitas Kami

durian, Malaysia, singapura, Durian, Durian Malaysia, Malaysia Desak Durian Jadi Buah Nasional, DMA: Itu Identitas Kami

Malaysia Desak Durian Jadi Buah Nasional, DMA: “Durian Bukan Sekadar Buah”

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Perdebatan panjang soal durian kini memasuki babak baru.

Asosiasi Produsen Durian Malaysia atau Durian Manufacturer Association (DMA) secara resmi mengajukan permohonan kepada Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan Malaysia agar durian ditetapkan sebagai buah nasional.

Tak hanya itu, DMA juga meminta agar 7 Juli ditetapkan sebagai Hari Durian Nasional.

“Durian bukan sekadar buah. Ia adalah bagian dari identitas nasional kami,” ujar Presiden DMA, Eric Chan, dikutip dari The Straits Times, Senin (10/11/2025).

Menurut Chan, durian memiliki nilai budaya dan emosional yang sangat kuat bagi masyarakat Malaysia.

“Setiap orang Malaysia, apa pun latar belakangnya, punya kisah tentang durian — kenangan, tradisi. Ini satu hal yang menyatukan kita semua,” imbuhnya.

Dari Simbol Budaya ke Aset Ekonomi

Usulan DMA muncul di tengah meningkatnya minat global terhadap durian, khususnya varietas unggulan Malaysia seperti Musang King (D197), Black Thorn (D200), dan D24.

jenis durian tersebut tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga menjadi komoditas ekspor utama yang membawa keuntungan jutaan ringgit setiap tahun.

“Perpanjangan status indikasi geografis (GI) Musang King hingga 2034 seperti cap paspor yang menegaskan asal-usulnya dari Malaysia,” kata Chan.

“Kita patut bangga karena petani dan produsen lokal telah membangun merek global dari akar budaya kita sendiri.”

DMA menilai pengakuan durian sebagai buah nasional akan mendorong riset, inovasi, dan agrowisata, termasuk festival durian tahunan setiap 7 Juli.

“Ini bukan sekadar buah. Ini adalah kebanggaan dan gairah,” tambahnya.

Pemerintah Malaysia Masih Meninjau

Menanggapi proposal tersebut, Direktur Jenderal Departemen Pertanian Malaysia, Nor Sam Alwi, menyatakan bahwa pemerintah tengah melakukan kajian menyeluruh.

“Faktor-faktor seperti dampak sosial ekonomi, nilai ekspor, warisan budaya, penerimaan publik, serta pentingnya buah ini dalam industri pertanian nasional semuanya akan dipertimbangkan,” ujar Nor Sam kepada The Star.

Ia menambahkan, jika hasil kajian menyetujui usulan tersebut, pengumuman resmi akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemerintah pusat.

“Rebutan Durian” dengan Singapura

Langkah DMA ini juga tidak lepas dari “rebutan durian” antara Malaysia dan Singapura yang sempat viral pada tahun lalu.

Kala itu, beredar poster bertajuk “Buah Nasional dari Negara-negara Asia Tenggara” yang mencantumkan durian sebagai buah nasional Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Poster itu memicu gelombang komentar di media sosial, terutama dari warganet Malaysia yang menolak klaim Singapura.

Seorang pengguna menulis sinis, “Kalian menanam durian di mana? Di atas apartemen?”

Sementara warganet Singapura membalas dengan nada bercanda, “Kami punya satu durian besar di Singapura — Esplanade,” merujuk pada gedung ikonik berbentuk durian di Marina Bay.

Namun di tengah perdebatan itu, ada juga suara yang menyerukan persatuan ASEAN.

“Kita semua sama-sama cinta durian. Kita semua orang ASEAN,” tulis seorang pengguna Facebook.

Lebih dari Sekadar Rasa

Usulan menjadikan durian sebagai buah nasional Malaysia menegaskan bahwa bagi masyarakat negeri jiran, durian bukan hanya urusan rasa — melainkan identitas, warisan, dan kebanggaan nasional.

Apakah pemerintah Malaysia akan menyetujui permintaan DMA?

Jika iya, durian tidak hanya akan dikenal sebagai “raja segala buah”, tetapi juga simbol resmi kebanggaan bangsa Malaysia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.