Perawatan untuk Atasi Jerawat dari Ringan hingga Parah, Ini Saran Dokter

Eva Mulia Clinic, jerawat, Eva Mulia Clinic Depok, Perawatan untuk Atasi Jerawat dari Ringan hingga Parah, Ini Saran Dokter

Penanganan jerawat tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terutama jika kondisinya sudah mulai meradang. 

Co-founder Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja menjelaskan, setiap jenis jerawat membutuhkan pendekatan yang berbeda, tergantung tingkat keparahannya. 

“Durasi treatment-nya tergantung tingkat keparahannya. Kalau cuma ringan, kemungkinan satu atau dua kali treatment dalam seminggu sudah selesai,” ungkap dr. Eddy, kepada Kompas.com di Eva Mulia Clinic Depok, belum lama ini.

Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi kulit sebelum menentukan jenis perawatan yang tepat.

Perawatan disesuaikan dengan tingkat keparahan

Menurut dr. Eddy, jerawat ringan umumnya dapat ditangani dengan perawatan rutin dalam waktu relatif singkat. 

Namun, untuk mendapatkan hasil optimal, tetap diperlukan tindakan yang sesuai dengan kondisi kulit.

“Kita bisa lakukan chemical peeling, blue light, laser IPL, dan lainnya. Lalu, dibantu dengan komedo ekstraksi,” jelasnya.

Berbagai metode tersebut bertujuan untuk mengurangi penyumbatan pori, menekan pertumbuhan bakteri, serta membantu regenerasi kulit. 

Kombinasi perawatan ini dinilai efektif untuk mempercepat penyembuhan jerawat jika dilakukan secara tepat.

Namun, pasien juga perlu memahami bahwa tidak semua jerawat bisa sembuh dalam waktu singkat. Evaluasi berkala tetap diperlukan untuk melihat respons kulit terhadap treatment yang dijalani.

Penanganan intensif untuk jerawat parah

Pada kondisi jerawat yang lebih berat, penanganan tentu membutuhkan intensitas yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan peradangan dan mencegah kondisi kulit semakin memburuk.

“Dianjurkan untuk kondisi jerawat yang parah itu treatment awal bisa dua sampai tiga kali dalam seminggu,” ujar dr. Eddy.

Frekuensi perawatan yang lebih sering di awal bertujuan untuk menstabilkan kondisi kulit. Setelah jerawat mulai membaik, intensitas treatment dapat dikurangi secara bertahap.

“Tapi kalau satu sampai dua kali treatment sudah sembuh, maka bisa lanjutkan setiap bulannya,” lanjutnya.

Pendekatan bertahap ini penting untuk menjaga hasil perawatan sekaligus mencegah jerawat muncul kembali.

Pentingnya segera ke dokter

Dr. Eddy juga menekankan pentingnya penanganan medis sejak dini, terutama jika jerawat sudah menunjukkan tanda-tanda peradangan. Penundaan justru berisiko memperparah kondisi kulit.

“Jerawat yang berat atau meradang sebaiknya cepat-cepatlah ke dokter, karena agar tidak bertambah buruk dan penanganannya akan lebih repot kalau semakin parah,” tegasnya.

Penanganan yang terlambat tidak hanya membuat proses penyembuhan lebih lama, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi pada kulit.

Risiko bekas jerawat yang sulit diatasi

Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan dari jerawat yang tidak ditangani dengan baik adalah munculnya bekas permanen di kulit. Kondisi ini seringkali lebih sulit diatasi dibandingkan jerawat itu sendiri.

“Jika bertambah buruk peradangannya, semakin banyak, maka bisa meninggalkan scar, pori-pori besar, dan bopeng yang jadi masalah baru,” jelas dr. Eddy.

Bekas jerawat seperti bopeng atau jaringan parut dapat memengaruhi penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini menjadi langkah yang paling efektif.

Dengan penanganan yang tepat, disesuaikan dengan tingkat keparahan, serta dilakukan secara konsisten, risiko jerawat semakin parah dapat diminimalkan. 

Konsultasi dengan tenaga medis juga menjadi kunci untuk mendapatkan perawatan yang aman dan sesuai kebutuhan kulit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang