Michael Carrick Bereaksi usai Manchester United Dipermalukan Leeds United di Kandang Sendiri

Pelatih Manchester United, Michael Carrick
Pelatih Manchester United, Michael Carrick

 Manchester United harus menelan pil pahit usai dipermalukan Leeds United di kandang sendiri dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026. Meski kalah 1-2 di Old Trafford, pelatih Michael Carrick menegaskan hasil tersebut tidak mengubah keyakinannya terhadap kualitas skuad Setan Merah jelang penutupan musim.

Kekalahan ini menjadi noda tersendiri karena merupakan kekalahan kandang pertama United di era Carrick. Situasi makin sulit setelah Lisandro Martinez diganjar kartu merah pada menit ke-56 usai VAR menilai bek asal Argentina itu melakukan tindakan kekerasan dengan menarik rambut Dominic Calvert-Lewin. Namun di tengah hasil buruk tersebut, Carrick justru melihat respons positif dari timnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Harus saya katakan, apa pun yang terjadi malam ini, itu tidak akan tiba-tiba mengubah pendapat saya tentang jati diri kami sebagai sebuah tim,” ujar Carrick dalam konferensi pers usai laga seperti dikutip laman resmi klub.

Menurut Carrick, satu hasil buruk tidak serta-merta menghapus progres yang sudah dibangun Manchester United sepanjang musim ini. Ia menilai timnya tetap berada di jalur yang benar meski performa melawan Leeds jauh dari harapan.

Manchester United Dipermalukan Leeds United di Kandang Sendiri

“Kami telah membangun fondasi yang cukup untuk memahami apa kelebihan kami dan apa yang perlu kami tingkatkan,” tegas Carrick.

Pelatih asal Inggris itu juga menyoroti bagaimana para pemain tetap menunjukkan semangat juang tinggi meski berada dalam situasi sulit setelah tertinggal dua gol dan harus bermain dengan 10 orang. Bagi Carrick, respons tim di tengah tekanan justru menjadi bukti bahwa skuadnya memiliki karakter yang ia inginkan.

“Mentalitas dan karakter para pemain yang ingin berprestasi dan berusaha memberikan yang terbaik, saya tidak pernah meragukannya, dan saya tidak akan meragukannya,” lanjutnya.

Carrick menegaskan kualitas dasar timnya sudah mulai terlihat sepanjang musim ini, meski ia mengakui masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki agar Manchester United bisa bersaing di level tertinggi. Menurut dia, potensi skuad saat ini sudah tampak jelas dan para pemain memiliki keinginan besar untuk terus berkembang serta tampil lebih baik.

Bangkit dengan 10 Pemain, tapi Tetap Gagal Selamatkan Diri

Manchester United tampil buruk sejak awal pertandingan. Leeds langsung mengejutkan tuan rumah lewat dua gol Noah Okafor di babak pertama yang membuat Old Trafford terdiam. United sempat membuka harapan di babak kedua saat Casemiro memperkecil kedudukan lewat sundulan memanfaatkan umpan Bruno Fernandes. Sayangnya, upaya menyamakan skor gagal meski Setan Merah terus menekan hingga menit akhir.

Carrick bahkan merasa timnya tampil lebih baik setelah kehilangan satu pemain.

“Saya pikir kami adalah tim yang lebih baik dengan 10 pemain,” kata Carrick.

Carrick mengaku puas dengan respons para pemain dan cara timnya bermain setelah kehilangan satu pemain. Meski demikian, ia menilai rasa kecewa tetap wajar muncul karena Manchester United gagal meraih hasil positif dalam laga penting tersebut, terlebih timnya memang tidak ingin kalah di kandang sendiri.

Meski membela semangat timnya, Carrick tidak menutupi kekecewaan terhadap performa Manchester United di babak pertama yang ia nilai menjadi penyebab utama kekalahan. Menurutnya, tim tampil tanpa ritme, kurang kompak, dan gagal menunjukkan permainan terbaik sepanjang paruh pertama laga, meski sempat menciptakan beberapa momen positif.

Carrick menegaskan timnya harus segera bangkit karena pertandingan besar berikutnya sudah menanti. Manchester United akan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge dalam duel krusial perebutan tiket Liga Champions musim depan. Ia menilai timnya masih berada di posisi yang baik, sehingga tidak boleh larut dalam kekecewaan dan harus segera fokus menatap laga berikutnya.

Jalannya Pertandingan

Leeds membuka keunggulan cepat saat laga baru berjalan lima menit. Noah Okafor sukses menuntaskan umpan silang Jayden Bogle untuk membawa tim tamu unggul 1-0. Manchester United mencoba merespons melalui sejumlah peluang dari Amad Diallo dan Matheus Cunha, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tak berubah.

Petaka datang lagi bagi tuan rumah pada menit ke-29. Tembakan Okafor dari luar kotak penalti membentur Leny Yoro dan mengecoh Senne Lammens, membuat Leeds menjauh 2-0. Momentum pertandingan berubah drastis pada menit ke-56 ketika VAR meminta wasit meninjau insiden antara Lisandro Martinez dan Dominic Calvert-Lewin. Setelah melihat monitor, wasit langsung mengusir Martinez.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski bermain dengan 10 orang, United justru tampil lebih agresif. Casemiro memperkecil skor pada menit ke-69 lewat sundulan tajam hasil crossing Bruno Fernandes. Setelah itu, United terus menggempur pertahanan Leeds. Casemiro nyaris mencetak gol kedua, tetapi sundulannya disapu Calvert-Lewin di garis gawang. Peluang Manuel Ugarte sesaat kemudian juga diblok lini belakang Leeds.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 untuk Leeds tetap bertahan. Kekalahan ini membuat Manchester United tertahan di posisi ketiga klasemen sementara, hanya unggul tujuh poin dari Chelsea di peringkat keenam yang akan menjadi lawan mereka berikutnya.