Alasan Selebrasi Meledak-ledak Jojo Usai Tembus Final India Open 2026

India Open, Jonatan Christie, Loh Kean Yew, Singapura, India Open 2026, Lin Chun-Yi, Taiwan, Alasan Selebrasi Meledak-ledak Jojo Usai Tembus Final India Open 2026

Jonatan Christie, pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, mengungkapkan alasan selebrasi meledak-ledak yang dilakukan usai berhasil menembus final India Open 2026.

Pada babak semifinal India Open 2026, Jonatan Christie melawan Loh Kean Yew (Singapura) di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Sabtu (17/1/2026).

Pertandingan antara Jonata Christie kontra  Loh Kean Yew berakhir dengan kedudukan 21-18 dan 22-20 dalam waktu waktu 46 menit.

Kemenangan tersebut membuat Jonatan memperpanjang rekor sempurnanya atas Loh Kean Yew.

Sepanjang karier profesional, ia selalu menang dalam sembilan pertemuan melawan pebulu tangkis Singapura tersebut.

Sebelum tampil di New Delhi, kemenangan terakhir Jonatan atas Loh Kean Yew tercatat pada turnamen China Masters 2024.

Hasil positif di semifinal ini pun memastikan langkah Jonatan ke partai final turnamen level Super 750 tersebut.

Di laga puncak India Open 2026, Jonatan Christie dijadwalkan menghadapi Lin Chun-Yi dari Taiwan, yang mengalahkan Victor Lai (Kanada) dengan skor 21-9, 6-21, dan 22-20.

Alasan Selebrasi Emosional

Selepas memastikan kemenangan atas Loh Kean Yew, Jonatan Christie terlihat melakukan selebrasi yang cukup meledak-ledak.

Ia menjelaskan bahwa ekspresi tersebut muncul karena rasa lega setelah mampu menyelesaikan pertandingan tanpa harus bermain hingga gim ketiga.

"Selebrasi cukup meledak-ledak karena lega bisa menyelesaikan pertandingan karena kalau dipaksa sampai gim ketiga, ceritanya mungkin bisa berbeda," jelas Jojo dalam rilis PBSI yang diterima KOMPAS.com, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Jonatan, gim pertama menjadi fase yang sangat menentukan dalam pertandingan semifinal tersebut.

India Open, Jonatan Christie, Loh Kean Yew, Singapura, India Open 2026, Lin Chun-Yi, Taiwan, Alasan Selebrasi Meledak-ledak Jojo Usai Tembus Final India Open 2026

Jonatan Christie, pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, saat berlaga pada perempat final India Open 2026 di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Jumat (16/1/2026).

Meski kondisi lapangan dinilai cukup mendukung, arah angin sempat menyulitkan permainannya, terlebih karena Loh Kean Yew tampil agresif sejak awal laga.

"Seperti kemarin, gim pertama itu sangat penting karena kondisi sebenarnya menguntungkan," ungkap pebulu tangkis berusia 28 tahun itu.

"Kalah angin tapi tadi Loh bermain cukup agresif jadi beberapa kali saya juga sempat kebingungan."

pelan diskusi juga dengan tim, akhirnya mulai menemukan ritmenya. Pelan-pelan mengejar dan membalikkan keadaan," imbuhnya.

Tantangan Gim Kedua dan Strategi Adaptasi

Setelah mampu menguasai gim pertama, Jonatan Christie menilai tantangan pada gim kedua justru semakin berat. Faktor angin disebut menjadi kendala utama bagi pemain tunggal, sehingga ia harus memutar otak untuk tetap bisa mengendalikan permainan.

"Gim kedua tadi kondisinya kan cukup kurang menguntungkan untuk pemain tunggal, bermain dengan angin," tegas Jojo.

"Saya harus ekstra cari akal, cari cara bagimana caranya supaya bisa keluar dari momen itu."

Apresiasi untuk Pendukung Indonesia

Selain membahas aspek teknis pertandingan, Jonatan juga mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian menembus final India Open 2026 yang ia nilai berada di luar ekspektasi.

"Puji Tuhan bisa melaju ke final, sangat-sangat di luar ekspektasi.Bersyukur dengan usaha yang semaksimal mungkin dan melakukan yang terbaik tadi bisa keluar dari tekanan," katanya melanjutkan.

Tak lupa, Jonatan Christie menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Indonesia yang hadir langsung di arena pertandingan untuk memberikan dukungan.

Ia berharap sokongan tersebut terus mengalir saat dirinya tampil di partai final India Open 2026.

"Terima kasih untuk teman-teman Indonesia yang hadir datang ke stadion untuk mensupport saya. Mohon dukungannya juga untuk besok di partai final."

"Serta terima kasih juga untuk teman-teman dari KBRI Indonesia yang berada di New Delhi atas supportnya, atas dukungannya, dan doanya sampai hari ini," tutup Jonatan Christie.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang