Komentar Jojo Usai Disingkirkan Wakil Jepang dari Australian Open 2025

Yushi Tanaka, Jepang, Indonesia, Australian Open, Jonatan Christie, Australian Open 2025, Komentar Jojo Usai Disingkirkan Wakil Jepang dari Australian Open 2025

Pebulutangkis Indonesia Jonantan Christe harus terhenti di babak 32 besar Australian Open 2025 setelah kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka.

Dalam laga yang berlangsung di State Sports Centre, Rabu (19/11/2025) sore WIB, Jonatan kalah dua gim langsung dengan skor 17-21, 7-21.

Hasil ini membuat Jonantan Christe gagal melanjutkan dominasinya atas Yushi Tanaka yang pernah ia kalahkan pada Kumamoto Japan Masters 2024.

Awal Gim Menjanjikan, Momentum Hilang

Pertandingan dimulai dengan baik bagi Jonantan Christe, yang sempat unggul 7-3 pada gim pertama.

Namun, Tanaka perlahan mengambil alih kendali lewat rangkaian poin beruntun yang membuat Jonatan tertinggal 9-11 saat interval.

Selepas jeda, Jonatan kesulitan menemukan ritme permainan meski sempat memangkas jarak menjadi 13-14.

Kendati demikian, konsistensi Tanaka membuat gim pertama ditutup dengan kemenangan 21-17 untuk wakil Jepang tersebut.

Masuk gim kedua, situasi semakin sulit bagi Jonatan. Tanaka mempertahankan momentum dan membuka interval dengan keunggulan 11-4.

Selepas interval, pemain Jepang itu merebut tujuh angka berturut-turut hingga mencapai match point dan menutup laga 21-7.

Hasil ini membuat sektor tunggal putra Indonesia kini hanya menyisakan Alwi Farhan di Australian Open 2025.

Penilaian Jonatan atas Kekalahannya

Jonatan mengakui bahwa performanya tidak sesuai ekspektasi maupun persiapan yang telah dilakukan.

Ia menyebut permainannya tidak berkembang sepanjang pertandingan.

Yushi Tanaka, Jepang, Indonesia, Australian Open, Jonatan Christie, Australian Open 2025, Komentar Jojo Usai Disingkirkan Wakil Jepang dari Australian Open 2025

Aksi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, di babak semifinal Denmark Open 2025.

"Hari ini sangat jauh dengan apa yang sudah dipersiapkan. Jelek mainnya dan tidak bisa berkembang," kata Jonatan dikutip dari rilis PBSI.

Pada gim pertama, Jonatan sempat memperkecil margin skor, namun kesalahan sendiri membuat momentum berpindah ke tangan lawan.

"Di gim pertama beberapa kali sudah mulai mepet poinnya, malah matinya yang tidak-tidak," tambah Jonatan Christie.

Situasi juga diperburuk oleh beberapa bola Tanaka yang bergulir di net pada momen-momen krusial.

"Ada beberapa kali juga bola dia bergulir di net jadi menghentikan momentum saya yang sedang mengejar," ungkap Jonatan.

Jadi Pembelajaran Bagi Jojo

Jonatan Christie menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi bahan pembelajaran penting baginya.

Dirinya merasa perlu menyegarkan kembali pikirannya dan melepaskan segala hal yang telah terjadi.

Setelah itu, ia bertekad kembali fokus menghadapi agenda berikutnya, termasuk BWF World Tour Finals yang sudah menanti.

"Belajar dari sini, benar-benar pikirannya harus direfresh dulu. Buang dulu semua yang sudah berlalu," tegas Jojo.

"Lalu fokus lagi ke depan karena masih ada BWF World Tour Finals yang menanti," tutup pebulu tangkis kelahiran Jakarta pada 15 September 1997 itu.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.