India Open 2026: Harapan Jonatan Christie Revans dengan Vitidsarn Pupus

Jonatan Christie, Thailand, India Open, Perancis, Christo Popov, Indonesia, India Open 2026, bulu tangkis, Loh Kean Yew, Singapura, Kunlavut Vitidsarn, India Open 2026: Harapan Jonatan Christie Revans dengan Vitidsarn Pupus

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus mengubur harapannya untuk bertemu Kunlavut Vitidsarn pada babak semifinal India Open 2026.

Jonatan Christie tetap melangkah ke empat besar, tetapi calon lawan yang dihadapinya bukanlah wakil Thailand tersebut.

Jonatan Christie memastikan tiket semifinal India Open 2026 setelah menumbangkan unggulan kelima asal Perancis, Christo Popov, dalam laga perempat final yang berlangsung di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Jumat (16/1/2026).

Dalam pertandingan berdurasi 52 menit, Jonatan Christie tampil konsisten untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor identik 21-19, 21-19 atas Christo Popov.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Jojo atas wakil Perancis itu setelah dua pertemuan sebelumnya selalu berakhir dengan kekalahan.

Kemenangan ini sekaligus memperbaiki rekor pertemuan Jonatan Christie melawan Christo Popov menjadi 1-2.

Sebelumnya, pebulu tangkis Indonesia itu harus mengakui keunggulan Popov pada fase grup BWF World Tour Finals 2025 serta babak 16 besar China Open 2026.

Berkat hasil tersebut, Jonatan Christie berhak melaju ke semifinal India Open 2026 dan menjaga peluang untuk melangkah lebih jauh di turnamen pembuka musim bulu tangkis tahun ini.

Harapan Revans dengan Kunlavut Pupus

Pada babak empat besar India Open 2026, Jonatan dijadwalkan menghadapi Loh Kean Yew dari Singapura.

Kepastian ini datang setelah Loh Kean Yew sukses menyingkirkan Kunlavut Vitidsarn dalam laga tiga gim dengan skor 14-21, 21-15, dan 21-17.

Hasil tersebut memupus keinginan Jonatan untuk kembali berjumpa Kunlavut Vitidsarn.

Sebelumnya, Jonatan Christie menyimpan motivasi besar untuk melakukan revans atas pebulu tangkis asal Thailand itu setelah selalu kalah dalam tiga pertemuan terakhir, yakni di Kejuaraan Dunia 2025, BWF World Tour Finals 2025, dan Malaysia Open 2026.

Jonatan Christie, Thailand, India Open, Perancis, Christo Popov, Indonesia, India Open 2026, bulu tangkis, Loh Kean Yew, Singapura, Kunlavut Vitidsarn, India Open 2026: Harapan Jonatan Christie Revans dengan Vitidsarn Pupus

Jonatan Christie, pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, saat berlaga pada perempat final India Open 2026 di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Jumat (16/1/2026).

"Besok pengen kembali bertemu Kunlavut karena kemarin ada beberapa hal yang dapat pelajaran baru setelah kalah di World Tour Finals, kalah di Kejuaraan Dunia dan Malaysia Open," kata Jojo dari rilis PBSI yang diterima KOMPAS.com, Jumat (16/1/2026).

"Kalau ketemu ada koreksi yang bisa dicoba lagi. Dengan kualitas dia, saya menantikan kembali laga dengan dia."

Rasa Syukur Jonatan Christie

Meski gagal mewujudkan duel melawan Kunlavut Vitidsarn, Jonatan Christie tetap bersyukur atas pencapaiannya yang kembali menembus babak semifinal.

Ia menilai hasil tersebut sebagai sinyal positif di awal musim, setelah sebelumnya juga mencatatkan hasil serupa di turnamen Malaysia.

"Pertama, puji Tuhan dulu bisa lolos ke babak semifinal lagi," ungkap pria kelahiran Jakarta, 15 September 1997 itu.

"Ini seperti good start lah di awal tahun, di sini dan Malaysia kemarin bisa ke semifinal, mudah-mudahan dan saya berharap juga buat di India Open ini bisa melangkah lebih jauh."

Jonatan Christie menambahkan bahwa pemulihan fisik menjadi fokus utamanya sebelum kembali bertanding.

Ia juga menyoroti faktor teknis yang cukup berpengaruh saat menghadapi Christo Popov.

"Fokusnya sekarang recovery dulu, menikmati dulu suasananya, enjoy, baru fokus buat besok," ujar Jonatan.

"Ke pertandingan tadi, di gim pertama kondisi menang angin itu cukup penting karena kalau bisa dapat akan sangat-sangat menguntungkan dan ya benar sampai di gim kedua dia cukup kebingungan."

Sempat Kehilangan Momentum

Jonatan Christie juga mengakui sempat kehilangan momentum ketika unggul cukup jauh.

Situasi tersebut dimanfaatkan lawan untuk bangkit dan memberikan tekanan menjelang akhir laga.

"Tapi ketika poin 15-8, dia mulai mencoba lebih sabar, dia tidak buru-buru dia benar-benar adu untuk lebih tenang lagi, lebih sabar lagi," lanjutnya.

"Justru malah sayanya jadi sedikit pasif mainnya dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri."

"Itu membuat dia juga jadi bangkit lagi semangatnya dan ini menjadi koreksi untuk pertandingan besok bagaimana untuk tetap konsisten polanya sampai akhir," pungkas Jonatan Christie.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang